Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan kemitraan kuat antara AS dan Belanda dalam panggilan telepon dengan Menlu Belanda Tom Berendsen pada hari pertama masa jabatannya, kata Departemen Luar Negeri AS, Senin (23/2).

Rubio menyampaikan ucapan selamat kepada Berendsen atas pengangkatannya seraya menggarisbawahi "kerja sama kedua negara yang erat dan berkelanjutan", kata Wakil Juru Bicara Utama Deplu AS Tommy Pigott dalam sebuah pernyataan.

Kedua Menlu membahas Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina melalui negosiasi, dan rencana tiga fase pemerintahan Trump untuk Venezuela, tambah Pigott.

"Saat Amerika Serikat bangga merayakan 250 tahun kemerdekaan, kami juga menandai 250 tahun persahabatan abadi dengan Kerajaan Belanda. Kedua negara kita dipersatukan oleh dedikasi bersama terhadap kebebasan, demokrasi, dan kebebasan individu -- prinsip-prinsip yang telah membentuk ikatan historis kita," katanya.

Baca juga: Menlu Belanda sebut ancaman tarif Trump 'pemerasan'

AS juga menyampaikan harapan terbaik kepada Perdana Menteri Belanda Rob Jetten dan kabinet barunya, dan harapan untuk "kemitraan berkelanjutan dengan rakyat Belanda."

Pemerintahan minoritas baru Belanda pimpinan Rob Jetten, perdana menteri berusia 38 tahun dan tercatat sebagai yang termuda dalam sejarah negara itu, resmi dilantik pada Senin (23/2).

Dalam pesan perpisahannya, Perdana Menteri yang segera turun jabatan, Dick Schoof, mendoakan kesuksesan bagi kepemimpinan baru. Dia mengatakan: “Kesuksesan mereka adalah kesuksesan kita, sebagai sebuah negara.”

Dick Schoof mengakhiri jabatannya setelah kabinetnya runtuh pada musim panas lalu setelah mitra koalisinya menarik diri karena perselisihan kebijakan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Belanda kecam keras sanksi AS terhadap hakim ICC

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.