Jayapura (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Papua memperkuat sinergitas pada bidang keamanan untuk menangani gangguan keamanan yang terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Papua Pegunungan.
Oleh karena itu Polda Papua bersama TNI dan pemerintah daerah melaksanakan rapat koordinasi stabilitas keamanan Papua Pegunungan di Jayapura, Selasa.
Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin usai pertemuan itu kepada ANTARA, Selasa mengatakan dalam pertemuan tersebut dilakukan mitigasi terkait perkembangan keamanan di Provinsi Papua khususnya di Kabupaten Yahukimo.
"Mitigasi dilakukan untuk meminimalisir terjadinya gangguan keamanan yang dilaporkan meningkat terutama di Kabupaten Yahukimo," ujarnya.
Untuk mengatasi berulangnya insiden gangguan keamanan yang terjadi di daerah itu sekaligus menunjukkan keseriusan negara dalam menangani gangguan keamanan, sehingga masyarakat tidak merasa resah dan dapat beraktivitas dengan normal.
"Dalam pertemuan tersebut TNI-Polri dan Pemprov Papua Pegunungan berkomitmen untuk memberikan rasa aman ke masyarakat di Kabupaten Yahukimo," kata Patrige.
Dia mengatakan Polda Papua tidak menambah personel ke Yahukimo karena sudah dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz.
"Memang untuk menangani gangguan keamanan yang dilakukan KKB beserta simpatisannya, Polres Yahukimo dibantu Satgas Operasi Damai," ujarnya.
Sementara itu Kepala Operasi Damai Cartenz (ODC) Brigjen Pol Faizal Rahmadani secara terpisah mengatakan saat ini pihaknya sudah menambah personel ODC ke Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo untuk memperkuat personel di wilayah itu.
"Tercatat sebanyak 250 personel ODC saat ini ditempatkan di Kabupaten Yahukimo," kata Brigjen Pol Faizal Rahmadani.
Baca juga: Polda Papua siap bantu TNI-AU amankan 11 lapangan terbang
Baca juga: Polda Papua Tengah antisipasi potensi gangguan keamanan saat Ramadhan
Baca juga: Polda Papua Barat sita senjata tajam saat Operasi Pekat di Manokwari
Pewarta: Evarukdijati
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.