Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Tim Nasional (Timnas) eBasketball Indonesia setelah finis sebagai runner up pada Kualifikasi eFIBA Season 4 Regional Asia, medio Februari.

​Ketua eSports DPP Perbasi Pasya Marta Putra menyatakan dalam keterangan di Jakarta, Rabu, bahwa meski tim telah meningkatkan intensitas pelatihan hingga tiga kali lipat, hasil di babak kualifikasi tersebut diakui masih belum sesuai ekspektasi.​

"Hasil pertandingan di babak kualifikasi masih belum sesuai ekspektasi kami. Sebagai tim, kami merasa sudah melakukan usaha maksimal, mulai dari intensitas training yang kami tingkatkan tiga kali lipat di tahun ini, chemistry kuat yang kami bangun bersama-sama, serta latihan olah emosi dan mental," ujar Pasya.

​Dalam ajang tersebut, Indonesia menunjukkan performa impresif pada awal turnamen dengan menumbangkan Malaysia 308-80 dan mengalahkan Mongolia. Namun, langkah Pasukan Merah Putih terhenti di final upper bracket setelah kalah 122-177 dari Filipina yang merupakan kekuatan dominan di kawasan Asia.

​Pasya mengakui keunggulan lawan dan menyebut upaya disiplin serta jerih payah timnas dari awal hingga akhir pertandingan harus kembali runtuh oleh kekuatan Filipina. Ia menilai evaluasi ke depan juga untuk penguatan ekosistem industri eBasket tanah air.

Baca juga: DPP Perbasi perpanjang kerja sama dengan Molten hingga 2029

​"Kami merasa permasalahannya bukan hanya dari skill dan mekanik saja, tapi dari ekosistem industri dan fundamental komunitas NBA2K yang kami rasa masih sangat kurang dioptimalkan untuk memperkuat kapabilitas timnas baik sebelum atau saat pertandingan," jelas Pasya.

​Meskipun gagal menumbangkan Filipina pada edisi kali ini, Pasya menegaskan bahwa skuad Indonesia diisi oleh pemain-pemain dengan kapasitas luar biasa dalam kompetisi gim NBA2K, baik dari sisi latihan maupun diskusi strategi yang intens.

​Menyongsong kompetisi tahun depan, Perbasi berencana untuk lebih mengakomodasi komunitas NBA2K Indonesia guna menyusun dan mengembangkan ekosistem yang lebih solid. Langkah-langkah kecil seperti scrim (latihan tanding) daring hingga penyelenggaraan liga akan mulai diinisiasi.

​"Kami harus meningkatkan sisi kedisiplinan, usaha, dan mental. Untuk mempersiapkan pertandingan tahun depan, kami berencana untuk mendampingi dan akomodir komunitas NBA2K Indonesia. Menyusun dan mengembangkan ekosistem, agar minat dan semangat para player kembali membara," pungkasnya.

Baca juga: PB ESI tetapkan sembilan nomor untuk Asian Games 2026

Baca juga: Tim EVO asal Vietnam jadi juara CrossFire: Legends Championship 2026

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.