Benar ada rencana kita mau aktifkan kembali tambang di Ombilin, saat ini sedang proses perizinan dan Amdal serta feasibility study (FS). Dokumen ini sangat penting, tanpa itu aktivitas tidak bisa dilakukan...,
Jakarta (ANTARA) - BPI Danantara mendorong percepatan reaktivasi tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat, dengan potensi penyerapan sekitar seribu tenaga kerja.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria dalam pernyataan di Jakarta, Rabu meminta agar reaktivasi tambang tidak menunggu hingga tahun depan dan dapat dilakukan secepatnya pada tahun ini.
“Sekarang (2026) saja,” kata Dony.
Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyatakan, proses pembukaan kembali tambang masih berada pada tahap pengurusan dokumen penting, termasuk perizinan, analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), serta studi kelayakan.
“Benar ada rencana kita mau aktifkan kembali tambang di Ombilin, saat ini sedang proses perizinan dan Amdal serta feasibility study (FS). Dokumen ini sangat penting, tanpa itu aktivitas tidak bisa dilakukan. Jika sudah dibuka, ekosistemnya akan terbentuk dan punya dampak ekonomi yang bagus,” kata Direktur Operasional, PTBA Ilham Yacob.
Baca juga: Seskab: Indonesia targetkan percepatan penguasaan teknologi strategis
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, menambahkan, aktivitas penambangan baru bisa dilakukan setelah seluruh dokumen teknis dan persetujuan pemerintah rampung.
Dokumen tersebut mencakup aspek teknis, analisis biaya, operasional, kesiapan tenaga kerja, legalitas, regulasi, hingga lingkungan.
Menurut Eko, jika tambang kembali beroperasi, baik tambang terbuka maupun tambang dalam, maka setidaknya sekitar seribu tenaga kerja dapat terserap.
Potensi cadangan tambang terbuka di Ombilin diperkirakan mencapai sekitar 2 juta ton, sementara tambang dalam sekitar 100 juta ton.
Baca juga: RI targetkan 15 ribu insinyur untuk kuasai teknologi desain chip
Dia menjelaskan, tambang Ombilin merupakan salah satu tambang batu bara tertua di Indonesia yang aktivitasnya menurun tajam sejak sekitar 25 tahun terakhir. Penurunan tersebut sempat memicu kekhawatiran terhadap masa depan Sawahlunto.
Rencana pembukaan kembali tambang ini telah beberapa kali muncul sebelumnya, termasuk minat investor asing, namun belum terealisasi.
Secara historis, deposit batu bara Ombilin ditemukan oleh peneliti Belanda, Willem Hendrik de Greve, pada 1867–1868 dan kemudian dicatat lebih lanjut oleh RDM Verbeek.
Tambang tersebut resmi dibuka pemerintah Hindia Belanda pada 28 Desember 1891, yang juga diiringi pembangunan infrastruktur penting seperti jaringan kereta api, Pelabuhan Emmahaven (Telukbayur), serta kawasan industri lain yang memicu industrialisasi di Sumatera Barat.
Baca juga: Prabowo saksikan perjanjian Danantara-Arm untuk industri semikonduktor
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.