Seoul (ANTARA) - Angka kesuburan total Korea Selatan mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir pada tahun 2025 menyusul pertumbuhan kelahiran yang berkelanjutan, demikian menurut data kementerian statistik, pada Rabu.
Angka kesuburan total, atau jumlah anak yang diperkirakan akan dilahirkan oleh seorang wanita selama hidupnya, bertambah 0,05 menjadi 0,80 pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Kementerian Data dan Statistik Korsel.
Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam empat tahun sejak 2021, ketika angka kesuburan tercatat sebesar 0,81.
Angka tersebut, yang dibutuhkan untuk mempertahankan tingkat penggantian populasi sebesar 2,1 kelahiran per perempuan agar jumlah penduduk tetap stabil, merosot dari 1,24 pada 2015 menjadi 0,72 pada 2023 sebelum kembali meningkat menjadi 0,75 pada 2024.
Jumlah bayi yang lahir meningkat 6,8 persen dari setahun sebelumnya menjadi 254.500 pada 2025, setelah tumbuh 3,6 persen pada 2024.
Angka tersebut terus menurun selama delapan tahun berturut-turut hingga 2023. Angka kematian naik 1,3 persen sepanjang tahun menjadi 363.400 pada 2025.
Terpengaruh oleh angka kematian yang lebih tinggi daripada angka kelahiran, penurunan populasi alami mencapai 108.900 pada 2025. Total populasi negara itu mencatatkan penurunan alami selama enam tahun berturut-turut sejak 2020.
Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.