Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta bantuan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Panjaitan agar mendukung Bali dapat insentif untuk infrastruktur dari pemerintah pusat.

“Masalahnya tidak pernah kita melakukan kebijakan daerah spesifik seperti Bali yang menjadi daerah wisata diberikan insentif untuk infrastruktur, jadi polanya sama dengan semua daerah, akibatnya kami di Bali kewalahan urusan kemacetan ini,” kata Gubernur Koster di Denpasar, Kamis.

“Jadi kami sangat membutuhkan dukungan infrastruktur karena kalau hanya kami sendiri tidak mampu, jadi mohon dorongan dari Bapak kepada Menteri PU, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan Menteri Bappenas untuk memberi atensi,” sambungnya.

Kepada Luhut, Koster menjelaskan Bali membutuhkan bantuan insentif untuk infrastruktur mengingat banyaknya persoalan yang bisa berdampak pada pariwisata.

Baca juga: Gubernur Bali tata lima pembangunan pariwisata dongkrak daya saing

Yang paling banyak disorot adalah masalah kemacetan dan sampah.

Untuk persoalan sampah saat ini Pemprov Bali mengandalkan kebijakan pengolahan sampah pada sumbernya atau di hulu, dan di hilir berusaha ditangani oleh pemerintah daerah.

Sedangkan untuk kemacetan, pemerintah daerah berupaya mengembangkan infrastruktur jalan dan moda transportasi, namun terkendala pada anggaran sehingga membutuhkan dukungan pusat.

“Kalau ini tidak dikelola cepat dalam waktu singkat, lima tahun ke depan pariwisata Bali akan mengalami penurunan daya saing, mungkin rusak pariwisata Bali, dan kalau sudah rusak saya kira sulit untuk memperbaiki,” ujarnya.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.