Palangka Raya (ANTARA) - Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) resmi ditetapkan sebagai implementing partner dalam pelaksanaan Indonesia's FOLU Net Sink 2030 Norway’s Contribution Tahap 2 dan 3 Periode Ketiga.

Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan UMPR, Dr Nanang Hanafi di Palangka Raya, Kamis, mengatakan, penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Nomor 19 Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

"Ini sebagai bentuk pengakuan atas kapasitas akademik, pengalaman teknis, serta komitmen UMPR dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon di sektor kehutanan dan penggunaan lahan," katanya.

Dia menambahkan, penetapan ini diumumkan dalam kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama pelaksanaan FOLU Net Sink 2030 yang diselenggarakan di Jakarta dan dihadiri oleh jajaran pejabat kementerian, mitra pembangunan internasional, serta perwakilan lembaga dan institusi pelaksana.

Baca juga: Menhut: RI dan Norwegia sudah mulai pembicaraan pendanaan RBC-5

Program FOLU Net Sink 2030 merupakan komitmen strategis Indonesia untuk mencapai kondisi net sink emisi gas rumah kaca dari sektor Forestry and Other Land Use (FOLU) pada tahun 2030, di mana tingkat serapan karbon lebih besar dibandingkan emisi yang dihasilkan.

"Program ini menjadi bagian penting dalam kontribusi Indonesia terhadap pengendalian perubahan iklim global," kata Dr Nanang.

Dia mengatakan, sebagai implementing partner Fakultas Pertanian dan Kehutanan UMPR akan berperan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan teknis di lapangan, termasuk penguatan kapasitas masyarakat, pendampingan pengelolaan hutan dan lahan berkelanjutan, rehabilitasi lahan, serta dukungan terhadap upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Fakultas Pertanian UMPR jadi implementator Partner FOLU Net Sink 2030 (ANTARA/UMPR)

Peran ini juga mencakup penguatan riset terapan, penyusunan rekomendasi berbasis ilmiah, serta pengembangan model pemberdayaan masyarakat yang adaptif terhadap karakteristik ekosistem gambut dan hutan tropis Kalimantan Tengah.

Keterlibatan UMPR dalam program ini mencerminkan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung pada pembangunan daerah. Dengan sumber daya dosen yang kompeten di bidang kehutanan seperti silvikultur, manajemen hutan, dan konservasi.

"Fakultas memiliki kesiapan untuk mendukung target nasional penurunan emisi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan," katanya.

Baca juga: Kemenhut-Papua Tengah perkuat rencana aksi FOLU Net Sink 2030

Rektor UMPR Assoc Prof Muhamad Yusuf menyampaikan bahwa penetapan ini merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar bagi institusi.

“UMPR siap berkontribusi aktif dalam mendukung pencapaian target FOLU Net Sink 2030 melalui pendekatan akademik, riset terapan, serta kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha,” ujarnya.

Rektor UMPR menambahkan, keikutsertaan Fakultas Pertanian dan Kehutanan UMPR sebagai implementing partner juga memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam tata kelola kehutanan berkelanjutan.

Selain berkontribusi pada target nasional pengurangan emisi gas rumah kaca, program ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kehutanan dan agroforestri.

"Dengan semangat kolaborasi dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, UMPR menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga hadir sebagai solusi atas tantangan lingkungan dan perubahan iklim di tingkat regional maupun nasional," katanya.

Baca juga: Kalsel usul 9 lokasi mangrove ke Kemenhut untuk FOLU Net Sink 2030
Baca juga: RI-Norwegia luncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan fase 4

Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.