Jakarta (ANTARA) - Penyedia solusi teknologi Terralogiq meluncurkan solusi geocoding generasi terbaru berbasis Google Maps Platform di Indonesia, yang diklaim mampu meningkatkan presisi pemetaan hingga ke pintu masuk bangunan dan titik akses spesifik.

“Geocoding dengan detail ‘last-meter’ melalui fitur Building Entrances dan Outlines membuka peluang baru bagi perusahaan untuk melihat lokasi lebih dari sekadar titik di peta. Kita tidak lagi bicara soal ‘di mana’ alamatnya, tapi ‘di mana’ akses masuknya,” kata Chief Technology Officer Terralogiq Farry Argoebie dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis.

Perusahaan tersebut menyatakan teknologi baru itu memanfaatkan fitur Building Outlines (garis luar bangunan) dan Entrances (pintu masuk), yang memungkinkan identifikasi lokasi lebih rinci dibandingkan sistem geocoding konvensional.

Baca juga: AI generatif berbasis cloud dukung transformasi digital lintas bisnis

Pada metode tradisional, penanda lokasi umumnya ditempatkan di tengah bangunan atau pada ruas jalan utama terdekat.

Menurut dia, peningkatan akurasi hingga tingkat “last-meter” dirancang untuk menjawab tantangan operasional di Indonesia, termasuk kompleksitas tata kota dan kebutuhan respons cepat di wilayah rawan bencana.

Dengan visualisasi tapak bangunan yang lebih detail, pengguna dapat melihat posisi struktur secara presisi terhadap lingkungan sekitar.

Baca juga: Terralogiq dukung transformasi digital di Indonesia via Google Cloud

Kemampuan tersebut, lanjut dia, dapat dimanfaatkan di berbagai sektor. Dalam logistik dan pengiriman, kurir dapat diarahkan langsung ke pintu masuk spesifik suatu gedung atau kompleks.

Hal tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi waktu tempuh dan konsumsi bahan bakar jika terintegrasi dengan layanan perencanaan rute.

Di sektor keamanan, data pintu masuk memungkinkan pemetaan titik kontrol akses secara lebih akurat.

Baca juga: Google Maps dan Travoy siapkan fitur lengkap untuk Mudik 2026

Sementara dalam perencanaan kota dan tanggap darurat, informasi mengenai dimensi serta akses bangunan dinilai dapat mendukung perancangan jalur evakuasi dan respons bencana yang lebih terarah.

Dia juga menyebut integrasi dengan fitur lain dalam ekosistem Google Maps, termasuk Street View dan Places API, untuk memberikan konteks visual dan informasi tambahan terkait lokasi.

Integrasi tersebut, kata dia, dapat membantu pelaku usaha ritel dan sektor lainnya dalam merencanakan pusat distribusi atau fasilitas baru dengan mempertimbangkan aksesibilitas dan kondisi lingkungan sekitar.

Perusahaan akan terus mendorong adopsi teknologi pemetaan tingkat lanjut di Indonesia guna meningkatkan efisiensi operasional sektor swasta maupun layanan publik, seiring meningkatnya kebutuhan akan sistem navigasi dan manajemen lokasi yang lebih presisi, kata dia.

Baca juga: Google bisa menelusuri tempat masa lalu Anda, bagaimana caranya?

Baca juga: Google Maps sematkan AI Gemini untuk tingkatkan kemampuan navigasi

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.