Jakarta (ANTARA) - Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan aparatur sipil negara (ASN) yang akan mengikuti pelatihan sebagai komponen cadangan (komcad) harus mengikuti seleksi ketat.

"Calon peserta yang telah mendaftar tetap harus melalui proses seleksi. Tahapan seleksi tersebut meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, kesegaran jasmani," kata Rico kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Rico menjelaskan, seleksi kesehatan itu perlu dilakukan untuk memastikan ketahanan fisik para ASN yang nantinya akan mengikuti pelatihan dasar militer.

Tidak hanya seleksi kesehatan dan fisik saja, pihaknya juga akan memberlakukan seleksi secara psikis dan penilaian mental ideologi.

"Seleksi psikologi, serta penilaian mental ideologi guna memastikan kesiapan peserta mengikuti pelatihan komcad," jelas Rico.

Rico melanjutkan, Kemhan sendiri memberikan kuota sebanyak 4.000 untuk seluruh kementerian dan lembaga yang ingin mengirimkan ASN mengikuti pelatihan menjalani komcad.

Pelatihan gelombang pertama direncanakan sebanyak 2.000 ASN dan digelar di lima lokasi yakni Pusdikkes , Skadik 301, Pusbahasa AU , Kodam Jaya dan Pasmar 1.

Untuk gelombang ke dua sendiri akan diikuti oleh jumlah ASN yang sama dan akan digelar di pertengahan 2026.

Per hari ini, Kamis (26/2), tercatat ada 987 ASN yang sudah terdaftar untuk mengikuti pelatihan sebagai komcad. Dia mengatakan angka tersebut kemungkinan akan bertambah menjelang pelatihan gelombang pertama para April mendatang.

Dia berharap dengan adanya pelatihan ini, seluruh ASN dapat memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.

Pewarta: Walda Marison
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.