Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa realisasi investasi Google senilai 2 miliar dolar AS (sekitar Rp33,5 triliun) di Malaysia berjalan dengan kemajuan yang sangat menggembirakan dan bahkan melampaui perkiraan awal.
Anwar menyampaikan pernyataan itu seusai berdialog dengan Presiden dan Kepala Bagian Investasi Alphabet & Google Ruth Porat dan timnya melalui telekonferensi video dari Malaysia pada Kamis.
"Saya mengadakan panggilan video bersama Ruth Porat, Presiden dan Chief Investment Officer Alphabet & Google serta timnya. Di antara yang dibahas adalah perkembangan investasi senilai 2 miliar dolar AS oleh Google di Malaysia yang diumumkan pada Mei 2024," kata Anwar dalam keterangan persnya.
"Investasi ini mencakup pembangunan dan pengoperasian pusat data serta layanan komputasi awan Google yang pertama di Malaysia," katanya.
Ia mengemukakan bahwa proyek tersebut diperkirakan dapat menimbulkan dampak ekonomi senilai 3,2 miliar dolar AS (sekira Rp53,6 triliun) dan menciptakan 26.500 peluang kerja hingga tahun 2030.
Baca juga: Johor Malaysia jadi sentra pusat pata dengan pertumbuhan tercepat
Menurut Anwar, investasi Google merupakan wujud keyakinan yang berkelanjutan terhadap ekosistem ekonomi digital Malaysia.
Investasi tersebut, menurut dia, sejalan dengan aspirasi Malaysia untuk muncul sebagai pusat regional bagi arus data yang aman, komputasi awan, dan inovasi kecerdasan buatan.
"Pemerintah tetap konsisten dalam memfasilitasi serta menyediakan platform dukungan yang diperlukan guna memastikan investasi yang diumumkan dapat dilaksanakan dengan cepat dan efektif," katanya.
Anwar menyambut baik keinginan Google untuk terus menjajaki peluang investasi tambahan di Malaysia pada masa mendatang.
Baca juga: Google akan investasi 75 miliar dolar AS untuk pusat data
Baca juga: India tawarkan pajak nol sampai 2047 untuk tarik beban kerja AI global
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.