Parigi, Sulteng (ANTARA) - Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mulai mengekspor komoditas durian ke pasar Tiongkok sebanyak 27 ton dengan nilai ekspor mencapai Rp2, 1 miliar.

"Momentum ini menjadi tonggak sejarah bagi komoditas pertanian daerah menembus pasar global," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Parigi Moutong Faradiba Zaenong saat pelepasan ekspor perdana durian beku berlangsung di Torue, Parigi Moutong, Kamis.

Ia mengemukakan, komoditas unggulan daerah mampu bersaing di pasar internasional, terutama sektor pertanian dan perkebunan.

Ekspor perdana durian beku melalui jalur laut, yang mana komoditas itu disimpan di kontainer khusus memiliki pendingin dan pengiriman produk dimulai dari Pelabuhan Pantoloan langsung ke Tiongkok.

Baca juga: Bogor perluas pasar hortikultura lewat ekspor durian beku ke Tiongkok

"Petani yang telah teregistrasi harus mempertahankan kualitas buah supaya konsistensi ekspor tetap terjaga dan berkelanjutan, begitu pun petani yang sedang merintis komoditas durian kualitas produk menjadi nomor satu" ujarnya.

Kadin menegaskan keberhasilan itu harus menjadi gerakan bersama, ke depan pihaknya siap memfasilitasi pembangunan bisnis pertanian dengan model pengembangan berbasis desa.

"Setiap desa kami dorong memiliki lahan percontohan minimal 10 hektare tersebar di 12 Kabupaten di Sulteng," ucap Faradiba.

Ia memaparkan Sulteng memiliki sekitar 1.000 desa, jika setiap desa mengelola minimal 5 hektare durian jenis montong maka akan tersedia sekitar 5 ribu hektare lahan durian dengan potensi rata-rata produksi sekitar 50 ribu ton per tahun.

Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.