Jakarta (ANTARA) - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter melontarkan kritik tajam terhadap penerusnya, Gianni Infantino dengan menyebutnya seperti seorang diktator serta menjalin kedekatan politik dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam wawancara dengan media Jerman Bild, Blatter menilai FIFA saat ini tidak lagi berjalan secara kolektif seperti sebelumnya.
“Apa itu FIFA saat ini? Semuanya bergantung pada presidennya, Infantino. FIFA adalah sebuah diktator. Dewan FIFA yang beranggotakan sekitar 40 orang tidak memiliki kekuatan dalam pengambilan keputusan,” ujar Blatter yang dikutip pada Kamis.
Blatter juga menyoroti hubungan dekat Infantino dengan Donald Trump, terutama terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang sebagian besar akan digelar di Amerika Serikat.
Dia menyebut pemberian penghargaan perdamaian kepada Trump oleh FIFA hanya sebagai bentuk penghormatan karena negara tersebut menjadi tuan rumah turnamen.
Baca juga: Blatter kritik format Piala Dunia 2026 dan dominasi tuan rumah AS
Menurut Blatter, Trump akan memanfaatkan ajang tersebut sebagai sarana pencitraan politik.
“Trump akan mengatur pertunjukan publisitas. Dia sudah melakukannya. Untuk itu, dia membutuhkan teman barunya, Presiden FIFA Gianni Infantino. Kata ‘sekutu’ lebih tepat dibandingkan teman,” katanya.
Selain itu, Blatter menilai penyelenggaraan Piala Dunia 2026 perlu mendapat perhatian serius, khususnya terkait stabilitas politik dan situasi keamanan di Amerika Serikat.
Dia menyinggung insiden yang terjadi di Minneapolis sebagai sesuatu yang lebih buruk dibanding berbagai kontroversi yang muncul saat Piala Dunia 2022 di Qatar.
“Saya berharap sepak bola bisa mengalahkan politik dan situasi kembali tenang ketika kompetisi dimulai di Amerika Serikat,” katanya.
Blatter sendiri memiliki sejarah panjang kontroversi di FIFA. Pada September 2015, Sekretaris Jenderal FIFA saat itu, Jerome Valcke, lebih dulu dijatuhi sanksi skors.
Tak lama kemudian, Komite Etik FIFA memberikan larangan sementara selama 90 hari kepada Blatter sebagai bagian dari penyelidikan yang juga melibatkan Michel Platini.
Pada Desember 2015, Blatter dan Platini dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama delapan tahun. Namun, pada 2025, keduanya dinyatakan bebas dari tuduhan oleh pengadilan Swiss.
Baca juga: Mantan presiden FIFA dukung seruan boikot Piala Dunia 2026 di AS
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.