Kota Bandung (ANTARA) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan penyelesaian persoalan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo difokuskan pada penyelamatan empat aspek utama yang menjadi dasar penataan kawasan tersebut.

Farhan menyebutkan aspek tersebut meliputi penyelamatan sumber air dan kawasan lindung, penyelamatan lahan, perlindungan terhadap para pegawai, serta pelestarian warisan sejarah kebun binatang.

“Ada empat aspek yang harus kita selamatkan. Itu bukan dicoba, itu harus gol,” ujar Farhan di Bandung, Kamis.

Farhan mengatakan proses pembenahan kebun binatang saat ini memasuki tahap finalisasi draf kebijakan dan menargetkan pada Maret seluruh skema penyelamatan sudah memiliki kejelasan.

Menurut dia, kawasan kebun binatang memiliki nilai ekologis penting, terutama terkait sumber air dan fungsi kawasan lindung yang harus tetap dijaga.

“Yang mau kita selamatkan itu air dan lindungnya. Kemudian, lahannya kita selamatkan,” katanya.

Baca juga: Soal satwa stres di Bandung Zoo, Farhan tunggu hasil kajian Kemenhut

Farhan menambahkan bahwa lahan kebun binatang bukan sekadar aset, melainkan memiliki amanat hukum dan nilai sosial yang tidak boleh diabaikan dalam proses penataan.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap pegawai yang telah lama bekerja di kebun binatang. Menurutnya, pengelola baru nantinya harus tetap memprioritaskan tenaga kerja lama.

“Siapapun yang jadi pengelola tetap harus mengutamakan memperkerjakan pegawai yang sekarang. Itu harus diperjuangkan,” ujarnya.

Farhan menyebut aspek lainnya adalah pelestarian warisan sejarah kebun binatang karena nilai historis kawasan harus tetap dijaga dalam proses pembenahan.

Menurutnya, koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait, termasuk instansi kehutanan, mengingat aspek lindung dan lingkungan menjadi bagian penting kebijakan.

Baca juga: Pemkot perhatikan nilai sejarah tentukan masa depan Bandung Zoo

Ia berharap dengan tata kelola yang lebih rapi dan dasar hukum yang kuat, Kebun Binatang Bandung dapat terus beroperasi secara profesional sekaligus menjaga fungsi konservasi serta nilai sejarahnya.

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.