Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menggelar pemakaman massal terhadap 10 jenazah korban longsor Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, yang belum menemukan kecocokan dengan identitas pelapor.

Sekretaris Daerah Bandung Barat Ade Zakir di Bandung Barat, Jumat, menjelaskan bahwa sepuluh jenazah yang belum teridentifikasi sepenuhnya tersebut dimakamkan dengan penandaan nomor pemeriksaan pascameninggal (post-mortem).

“Semua jenazah sudah diambil sampel DNA (Asam Deoksiribonukleat), tapi sampai saat ini belum ada yang cocok. Pemakaman massal dilakukan dengan penandaan nomor post-mortem,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan bahwa kegiatan pemakaman massal tersebut dilakukan untuk menghormati korban sekaligus menata lokasi terdampak longsor.

Ia juga menambahkan bahwa penandaan post mortem tersebut dilakukan untuk memudahkan proses identifikasi di masa mendatang apabila ada kecocokan data dengan pihak pelapor.

"Jika ada pelaporan atau ditemukan kecocokan data dengan kerabat, nanti tinggal mendatangi sesuai nomor penanda yang tertera," jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa kesepuluh jenazah tersebut diserahkan Rumah Sakit Sartika Asih bersama Wakil Bupati KBB dan langsung dimakamkan setelah Shalat Jumat.

Sementara itu, Kasubbidkespol Biddokes Polda Jawa Barat AKBP Ani Rasiani menambahkan sebagian korban berasal dari satu keluarga inti, sehingga pencocokan DNA membutuhkan waktu lebih lama.

“Kesulitan sebetulnya karena yang meninggal itu dalam satu keluarga inti, yaitu ayah, ibu, dan anak. Makanya ada tahap kedua untuk mencocokkan dengan sepupu atau saudara jauh, jadi tidak bisa langsung,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa meski kantong jenazah berjumlah 12, jumlah individu tetap 10 karena ada dua kantong berisi satu individu.

Baca juga: Basarnas resmi tutup operasi pencarian korban longsor Cisarua

Baca juga: Pangkormar: Empat jasad prajurit korban longsor masih diidentifikasi

Baca juga: SAR evakuasi total 101 kantong jenazah korban longsor Cisarua

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.