Jakarta (ANTARA) - Legislator Komisi X DPR RI Verrel Bramasta mendukung langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuka saluran pengaduan bagi korban dugaan pelecehan seksual di lingkungan olahraga.

Hal itu disampaikan Verrel seusai mencuatnya dugaan kekerasan seksual dan fisik oleh pelatih panjat tebing yang dilaporkan delapan atlet kepada Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid.

"Saya berada di sisi korban dan mendoakan mereka serta keluarga yang terdampak. Kita kawal kasus ini, dan jika terbukti bersalah, pelaku harus mendapat sanksi tegas agar tidak ada lagi korban berikutnya," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Menurut Verrel korban berhak dan harus mendapatkan pendampingan secara maksimal.

"Termasuk akses pemulihan psikologis yang memadai," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa atlet-atlet korban berhak pula memperoleh perlindungan identitas demi mencegah tekanan sosial yang mungkin muncul akibat keberanian bersuara mengungkapkan kekerasan yang mereka alami.

Baca juga: Kemenpora dukung investigasi dugaan pelecehan pelatnas panjat tebing

Baca juga: FPTI tegaskan keselamatan dan martabat atlet jadi prioritas utama

Saat ini Kemenpora bersinergi dengan FPTI berupaya untuk menginvestigasi kasus yang terjadi.

"Saya sejalan dengan upaya Kemenpora dalam mendukung proses investigasi yang dilakukan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia," imbuhnya.

Verrell berharap evaluasi dilakukan oleh seluruh federasi agar proses pemusatan latihan bisa menjamin keamanan dan keselamatan para atlet dari ancaman kekerasan.

Sebelumnya, FPTI menegaskan komitmennya menempatkan keselamatan dan martabat atlet sebagai prioritas utama menyusul laporan dugaan pelanggaran etik di lingkungan pelatnas panjat tebing.

Ketua Umum FPTI Yenny Wahid mengatakan setiap laporan yang masuk akan ditangani secara serius dengan mengedepankan perlindungan terhadap atlet.

Baca juga: Hendra Basir bantah telah lakukan pelecehan seksual kepada atlet

Baca juga: FPTI bentuk TPF terkait penonaktifan Hendra Basir sebagai pelatih

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.