Saling berbagi peran, di Pemprov sendiri bergiliran dan berlaku di 38 kabupaten/kota

Banyuwangi (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan tali asih kepada masyarakat di Kabupaten Banyuwangi dan total bantuan yang diserahkan mencapai sekitar Rp5,26 miliar, pada Sabtu.

Bantuan tersebut meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) untuk 65 orang, bansos PKH Plus untuk 866 penerima, serta zakat produktif untuk 50 pelaku usaha kecil. Ada pula tali asih kepada Taruna Siaga Bencana dan Tagana, bantuan program pemberdayaan BUMDes, Desa Berdaya, Program Jatim Puspa, serta Bantuan Keuangan Desa.

"Bantuan yang disalurkan oleh Pemprov Jatim ini menjadi suntikan semangat dan bantalan sosial kepada masyarakat yang rentan, jadi kalau untuk asistensi sosial, penyandang disabilitas, untuk lansia, maka sifatnya adalah bantalan sosial," kata Khofifah saat penyerahan secara simbolis kepada perwakilan penerima di Kantor Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Sabtu.

Sementara bantuan seperti zakat produktif, lanjut dia, diberikan kepada pelaku usaha ultramikro agar terhindar dari praktik rentenir maupun pinjaman daring ilegal.

Baca juga: DKI kemarin, dua akses Taman Kota Cawang ditutup hingga cegah tawuran

Bantuan bagi pelaku usaha ultramikro, kata Khofifah, harapannya supaya mereka bisa terhindar dari rentenir atau mungkin dari pinjaman online yang tidak bisa mereka verifikasi legalitasnya.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.

"Saling berbagi peran, di Pemprov sendiri bergiliran dan berlaku di 38 kabupaten/kota," kata Gubernur Khofifah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa bantuan dari Pemprov Jatim tersebut semakin memperkuat program pengentasan kemiskinan di Banyuwangi.

"Kemiskinan menjadi salah satu fokus kami, dan kami tidak hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi juga menyiapkan berbagai bantalan melalui program ASN Berbagi dan Banyuwangi Berbagi," katanya.

Ipuk menyampaikan, program ASN Berbagi merupakan program partisipatif para ASN yang disalurkan untuk para warga miskin setiap bulannya.

Sementara program Banyuwangi Berbagi melibatkan unsur pentahelix untuk mendukung masyarakat kurang mampu, seperti melalui program bedah rumah dan layanan kesehatan.

"Terima kasih Ibu Gubernur atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Banyuwangi, dan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga kami, terlebih bertepatan dengan Ramadhan," ujarnya.

Baca juga: Pemprov DKI salurkan bansos PKD Februari 2026

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.