Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggencarkan langkah menjaga kestabilan harga pangan selama Ramadan dengan menyelenggarakan program gerakan pangan murah (GPM) di 34 lokasi berbeda.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan di Kota Malang, Sabtu, menyampaikan pelaksanaan program GPM menggandeng sejumlah pihak, seperti Bank Indonesia, Perum Bulog, hingga PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
"Iya GPM sudah dijadwalkan, kami bekerja sama dengan banyak pihak, ada Bank Indonesia, Bulog, PT RNI, dan lain-lainnya," kata Slamet.
Pelaksanaan GPM di 34 titik dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 17 Maret 2026 dan tersebar di kantor kelurahan dan kecamatan se-Kota Malang.
Harga pangan di berdasarkan pantauan di laman Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur harga bahan pokok di wilayah Kota Malang per hari ini, seperti beras, minyak goreng, gula, daging ayam, daging sapi, hingga telor ayam masih stabil.
Kondisi serupa juga terjadi untuk produk pertanian, seperti cabai merah besar, cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah.
Untuk harga beras jenis premium berada di angka Rp15.150 per kilogram, beras jenis medium seharga Rp12.633, gula Rp17.083 per kilogram, minyak goreng merek MinyaKita Rp16.450 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp22.833 per liter.
Kemudian, harga daging sapi Rp123.666 per kilogram, daging ayam Rp40 ribu per kilogram, telor ayam Rp29.833 per kilogram, cabai merah besar Rp32.333 per kilogram, cabai rawit Rp94.666 per kilogram, bawang merah Rp39.666 per kilogram, dan bawang putih Rp34 ribu per kilogram.
Kestabilan harga ditunjang dengan stok yang ada, berdasarkan data dari Dispangtan Kota Malang, ketersediaan beras masih sebesar 75.667,83 ton, minyak goreng 1.328,81 liter, gula 1.452 ton, telor ayam 470,5 ton, daging ayam 562,8 ton, daging sapi 231 ton, cabai rawit 219 ton, cabai merah besar 49,85 ton, bawang merah 246,92 ton, dan bawang putih 45,3 ton.
Khusus cabai rawit, Slamet menyampaikan harga cabai rawit kini sudah mengalami penurunan Rp10 ribu jika dibandingkan ketika menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.
Sedangkan, saat menjelang Ramadhan harga cabai rawit sempat berada di angka Rp100 ribu.
Dia menyampaikan selain karena GPM, kestabilan harga bahan pangan juga ditopang upaya Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat yang berupaya meningkatkan kerja sama antar daerah (KAD) dalam rangka memenuhi pasokan.
"Cabai merah besar dan cabai kecil (rawit) masuk dari Jawa Tengah dan Banyuwangi," kata dia.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.