Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan penyaluran 242 ribu ton jagung pakan melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dapat dilakukan pada Maret 2026, guna menjaga stabilitas harga telur dan daging ayam di pasaran.
"Mudah-mudahan di bulan Maret, kalau datanya sudah lengkap, kita akan gelontorkan (jagung pakan) SPHP-nya," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Dia menyampaikan program SPHP jagung pakan yang menyasar peternak unggas berperan penting dalam menstabilkan harga telur ayam dan daging ayam ras.
Aksi pemerintah menyalurkan stok jagung pakan dengan harga di bawah pasaran ke peternak unggas menjadi angin segar guna mengatasi fluktuasi harga jagung di tingkat peternak.
Baca juga: Bulog gandeng Polri kejar target penyerapan jagung 1 juta ton di 2026
Program itu menjadi penopang stabilitas harga telur ayam dan daging ayam ras karena jagung termasuk sumber pakan ternak unggas yang banyak digunakan di Indonesia.
"SPHP jagung sudah dibahas peruntukannya. Nanti penerimanya kita data. Kita sedang sinkronkan dulu. Kita kumpulkan," ujar Ketut.
Pendataan yang dimaksud berupa rincian data peternak unggas yang akan dijadikan penerima program SPHP jagung pakan tahun 2026.
Sebagaimana pelaksanaan tahun sebelumnya, penerima program SPHP jagung pakan ditentukan melalui verifikasi bersama antara Bapanas dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.