Suasana sulit di dalam negeri ini membuat Trump harus mengalihkan perhatian publik ke soal lain. Dan menyerang Iran adalah opsi yang paling masuk akal.

Jakarta (ANTARA) - Hanya sehari setelah menyampaikan pidato kenegaraan (State of Union Address) yang penuh caci maki, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan militer terhadap Iran.

Serangan pun kemudian dilakukan Amerika Serikat bersama dengan sekutunya yang kebal dari hukum internasional, Israel.

Ironisnya, serangan itu dilakukan ketika Amerika Serikat sendiri, dan negara-negara lain yang terlibat dalam negosiasi nuklir Iran, malah menilai negosiasi nuklir itu tengah mencapai kemajuan besar.

Jadi, entah untuk apa maksud dari serangan ke Iran ini.

Apakah ini karena negara yang paling khawatir dominasi nuklir mereka di Timur Tengah disaingi oleh kekuatan lain, yakni Israel, menilai kemajuan dalam negosiasi nuklir Iran malah membuat rezim Iran akan aman-aman saja sehingga dengan begitu akan terus menjadi ancaman Israel?

Tetapi banyak juga yang mengatakan manuver Trump yang sensasional ini berkaitan dengan posisi politik di dalam negeri AS sendiri.

Yang lebih sensasional lagi, serangan ini telah mengusik basis pendukung Trump, yakni mereka yang mendukung MAGA (Make America Great Again).

Salah satu fondasi gerakan ini adalah tidak melibatkan AS dalam perang di luar negeri dan mencampakkan jauh-jauh ide perubahan rezim di negeri asing. Gerakan ini hanya menginginkan AS fokus kepada negerinya, yang dikenal dengan "America First".

Anehnya, Trump menyatakan bahwa serangan ke Iran adalah untuk mengubah rezim di negara itu.

"Setiap kali kita berusaha melakukan perubahan rezim, khususnya di Timur Tengah, kita malah membuat wilayah itu tidak stabil."

Kalimat itu disampaikan oleh Reagan Box, salah satu calon anggota legislatif dari Partai Republik dan juga pendukung MAGA.

Dari berbagai laporan media AS dan internasional, serangan Iran ini telah memecah belah MAGA, termasuk aktivis-aktivis fanatiknya, yang justru menduga Israel telah memprovokasi Trump agar menyerang Iran. Dalam banyak hal, menyerang Iran adalah sudah menjadi obsesi Israel.

Baca juga: Trump sebut Venezuela contoh skenario sempurna untuk situasi Iran

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.