Jakarta (ANTARA) - Setelah memasuki pekan pertama Ramadhan, banyak orang mencoba safari atau berkeliling masjid untuk melaksanakan shalat tarawih. Selain mencari tempat yang nyaman dan sejuk agar ibadah semakin khusyuk, beberapa masjid juga menyediakan fasilitas berbuka puasa, tadarus Al-Qur’an, hingga ceramah singkat dari para ustaz.
Berikut masjid-masjid yang bisa kamu kunjungi.
1. Masjid Nurul Iman
Masjid Nurul Iman di kawasan Blok M bisa dibilang menjadi salah satu titik singgah favorit selama Ramadhan, terutama bagi pekerja kantoran dan anak muda yang masih berada di pusat keramaian Jakarta Selatan menjelang magrib. Letaknya strategis, dekat pusat perbelanjaan dan akses transportasi umum seperti halte TransJakarta Blok M, sehingga mudah dijangkau tanpa perlu memutar jauh.
Saat Ramadhan, pengurus biasanya menyediakan takjil dan buka puasa bersama dalam jumlah cukup banyak. Jamaah mulai berdatangan sekitar satu jam sebelum magrib. Menjelang adzan, biasanya diisi ceramah singkat dengan tema ringan dan relevan dengan keseharian.
Area dalam masjid cukup luas dan ber-AC. Saf tertata rapi, toilet dan tempat wudhu relatif bersih dan terawat, meski antrean sering terjadi di jam ramai. Tarawih 11 rakaat di sini berlangsung dengan tempo sedang, sehingga jamaah masih bisa menikmati bacaan imam tanpa merasa terburu-buru. Masjid ini berada di dalam area Blok M Square, tepatnya di lantai 7.

2. Masjid Nurul Hidayah
Berada di kawasan Brawijaya yang lebih teduh dan tidak sepadat pusat komersial, suasana Masjid Nurul Hidayah terasa lebih tenang. Ukurannya memang tidak sebesar masjid agung, tetapi justru menjadi daya tarik. Area shalat bersih, lampu-lampu yang memberikan kesan hangat, tempat wudhu dan toilet juga rapi dan terawat.
Saat berbuka, biasanya tersedia takjil untuk jamaah dengan sistem kupon agar lebih tertib, sehingga suasana tetap nyaman dan tidak berdesakan. Tarawih 23 rakaat berjalan khusyuk dengan bacaan imam yang stabil dan tidak tergesa. Area parkir memang tidak terlalu luas, tetapi pengurus biasanya membantu mengatur kendaraan agar tetap tertib.
3. Masjid Fatimah Muhammad
Masjid Fatimah Muhammad di Tebet dikenal dengan arsitektur modern yang didominasi warna putih, memberi kesan sejuk dan tenang sejak pertama kali datang. Masjid ini memiliki empat lantai yang dilengkapi lift.
Biasanya menjelang sore, halaman dan area dalam masjid sudah mulai dipenuhi jamaah yang menunggu waktu berbuka. Pengurus biasanya menyediakan takjil dan makanan ringan, sementara menjelang magrib sering diisi kajian singkat. Area shalat luas dan sejuk sehingga tetap nyaman meskipun jamaah membludak. Pencahayaan hangat dan desain interiornya membuat suasana terasa teduh dan tidak sumpek. Tempat wudhu bersih dan tertata.
Tarawih 11 rakaat berlangsung tertib dengan bacaan imam yang jelas dan ritme yang tidak terburu-buru. Banyak anak muda dan keluarga datang bersama untuk beribadah. Lokasi masjid ini berada tidak jauh dari Tebet Eco Park.
4. Masjid Al-Ibadah
Di tengah kawasan Kemang yang identik dengan kafe dan lalu lintas padat, terdapat Masjid Al-Ibadah yang homey dan cozy. Ukurannya tidak terlalu besar, tetapi bersih, rapi, dan fasilitas toiletnya terawat dengan baik.
Jamaah mulai berdatangan menjelang magrib untuk berbuka puasa bersama dengan takjil yang disediakan panitia maupun donatur. Suasananya nyaman, ruang shalat bersih begitupun tempat wudhu dan toiletnya. Tarawih 23 rakaat dilaksanakan dengan ceramah singkat setelahnya.
Untuk menuju ke masjid Al-Ibadah, bisa ditempuh dengan naik MRT dan turun di Stasiun MRT Blok A, lalu lanjut ojek sekitar 10 menit, atau naik TransJakarta koridor 1 turun di Halte Blok M dan lanjut ojek atau angkot. Kemudian, turun di Jalan Kemang Selatan V, dan jalan kaki sebentar ke masjid.
5. Masjid Cut Meutia
Masjid Cut Meutia memiliki karakter yang berbeda dibandingkan masjid lain di Jakarta. Bangunannya bergaya kolonial dengan langit-langit tinggi dan jendela besar. Hal ini karena bangunan tersebut awalnya merupakan kantor pemerintahan pada masa kolonial Belanda sebelum dialihfungsikan menjadi masjid. Tempatnya nyaman menggunakan AC dan terdiri dari tiga lantai. Ruang shalat luas dan tetap terasa sejuk meski jamaah ramai.
Menjelang sore, halaman masjid biasanya dipenuhi orang yang duduk sambil membaca Al-Qur’an dan berzikir. Takjil biasanya dibagikan kepada jamaah yang berbuka di area masjid. Di pelataran masjid juga terdapat bazar UMKM yang dibuka sampai 8 Maret 2026.
Interior masjidnya sederhana namun terasa sangat khidmat, dan gema bacaan imam terdengar jelas hingga saf belakang. Tarawih di sini dikenal khusyuk dengan tempo bacaan yang tartil dan tidak terburu-buru. Khusus pada 6-7 Maret 2026, akan ada Ramadan Jazz Festival selepas tarawih. Lokasi masjid ini tidak jauh dari Stasiun Gondangdia, bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Pewarta: Ade irma Junida/Juliyanti
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.