Jakarta (ANTARA) - Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara dilaporkan dua kali mengalami erupsi pada Senin, dengan tinggi kolom abu pada letusan kedua mencapai sekitar 500 meter.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria dalam keterangan di Jakarta, Senin, menyebutkan erupsi pertama terjadi pada pukul 13.55 WIT, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Peristiwa tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 43 detik.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 15.05 WIT dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau kurang lebih 1.825 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu pada erupsi kedua teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara. Letusan tersebut juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 47 detik.

Baca juga: Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 3.000 meter di atas puncak

Saat ini, Gunung Ibu berada pada status Level II (Waspada).

Badan Geologi merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif, serta pada perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.

Apabila terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan pelindung hidung dan mulut berupa masker serta pelindung mata untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Badan Geologi juga mengimbau seluruh pihak menjaga situasi kondusif, tidak menyebarkan informasi bohong, serta mengikuti arahan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici guna memperoleh informasi terkini terkait dengan aktivitas gunung tersebut.

Baca juga: PVMBG larang aktivitas 2 km dari kawah Gunung Ibu yang erupsi

Baca juga: Gunung Marapi semburkan abu vulkanik setinggi 1.500 meter

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.