Masjid Istiqlal bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Melalui kemitraan dan wakaf produktif, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan
Jakarta (ANTARA) - Direktur Istiqlal Global Fund (IGF) Ahsanul Haq mengatakan peringatan milad ke-48 Masjid Istiqlal menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pengelola masjid, donatur, dan para penerima manfaat (mustahik).
“Kami ingin mengoptimalkan kehadiran seluruh marbot dan para pengabdi Masjid Istiqlal untuk hadir bersama merayakan dan meramaikan. Ini memang dikemas sederhana, bersamaan dengan buka puasa,” kata Ahsanul Haq di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin.
Dalam peringatan Milad ke-48 Masjid Istiqlal, Badan Pengelola Masjid Istiqlal dan IGF mengemasnya dengan hiburan musik Islami, doa bersama, sambutan Imam Besar Masjid Istiqlal, dan di akhiri buka bersama.
Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan menyatukan berbagai elemen yang memberikan nilai tambah bagi Masjid Istiqlal, terutama para donatur dan penerima manfaat.
“Pertemuan hari ini mempertemukan para mustahik dengan muzakinya, para wakif dengan maukuf ‘alaih-nya. Ini menjadi momen istimewa karena ulang tahun Masjid Istiqlal dilaksanakan di bulan Ramadhan,” ujarnya.
Baca juga: Milad 48, Menag: Masjid Istiqlal terus diperindah jadi kebanggaan RI
Ia menyebutkan kegiatan buka puasa bersama tersebut dihadiri sekitar 5.000 orang dan IGF menyiapkan 5.000 paket nasi kotak untuk jamaah yang hadir.
Selain jamaah, kegiatan itu juga dihadiri para mitra IGF dari berbagai kalangan industri. Ahsanul menjelaskan IGF secara konsisten membangun kemitraan dengan sektor korporasi untuk menghadirkan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi jamaah.
“Ini bagian dari mempertemukan para pemangku kepentingan yang kerap melakukan aksi-aksi korporasi di lingkungan Masjid Istiqlal, sehingga memberikan nilai tambah yang lebih luas,” katanya.
Salah satu program unggulan IGF adalah wakaf produktif yang tidak hanya dilaksanakan di lingkungan Masjid Istiqlal, tetapi juga di sejumlah masjid lain di Jakarta.
Bersama Rekso Group, IGF membina para marbot melalui Program Gerobak Wirausaha yang telah diberikan kepada sejumlah marbot masjid di Jakarta. Program tersebut disertai pelatihan dan pendampingan usaha.
“Awalnya mereka hidup dari masjid, sekarang sebagian sudah bisa menghidupi masjidnya. Mereka bisa berjualan sambil menunggu waktu shalat dan tetap mengurus kebersihan masjid,” ujarnya.
Baca juga: Istiqlal sediakan 10 ribu porsi buka puasa gratis selama Ramadhan
Ia mencontohkan salah satu marbot binaan di Masjid Arief Rahman Hakim Universitas Indonesia Salemba yang berhasil meningkatkan kesejahteraan hingga mampu menunaikan ibadah umrah dari hasil usaha tersebut.
Program tersebut telah berjalan selama satu tahun dan akan terus dikembangkan. Ke depan IGF bersama perusahaan juga merancang program pembinaan bagi marbot yang tidak memiliki keluarga di Jakarta serta pemberdayaan bagi kelompok rentan yang membutuhkan dukungan khusus.
Selain itu IGF bekerja sama dengan sejumlah perusahaan lain dalam pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk pelatihan pengemasan produk. IGF juga menjajaki kolaborasi dengan sejumlah bank syariah nasional untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi umat.
Ahsanul menegaskan peringatan milad ke-48 Masjid Istiqlal tidak sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat sinergi dan keberlanjutan program sosial-ekonomi berbasis masjid.
“Masjid Istiqlal bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Melalui kemitraan dan wakaf produktif, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Menag: Istiqlal-Masjid Negara IKN adalah masjid kembar pusat keagamaan
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.