Jakarta (ANTARA) - Pakar energi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti mengusulkan Indonesia segera mengimpor minyak dari Amerika Serikat untuk merespons konflik di kawasan Timur Tengah.
"Langkah yang paling konkret, segera eksekusi Trump Deal. Bahwa Indonesia akan mengimpor minyak mentah dari AS," ujar Yayan ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Menurut Yayan, langkah tersebut dapat ditempuh oleh Indonesia untuk mengurangi ketidakpastian nasib pasokan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) yang diimpor dari Timur Tengah.
Yayan menilai pergerakan logistik dari Amerika Serikat melalui Asia Pasifik relatif lebih aman apabila dibandingkan dengan Timur Tengah.
"Kalau menggunakan jalur Asia-Pasifik sepertinya aman, tanpa menggunakan jalur Timur Tengah," kata Yayan.
Sebelumnya, Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump setelah Juni 2025.
Trump menyatakan pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran yang dimediasi Oman.
Putaran pertama dan kedua digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, berfokus pada pembatasan pengayaan serta persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.
Putaran ketiga perundingan berlangsung pada Kamis (26/2/2026) di Jenewa, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Baca juga: Pengamat: RI harus siapkan ketahanan nasional di tengah konflik global
Baca juga: Bahlil ratas di Istana bahas pasokan energi imbas konflik Iran
Baca juga: Analis: Sentimen Iran-AS ke pasar saham berpotensi jangka pendek
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.