Jakarta (ANTARA) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendorong seluruh kader, khususnya di Riau, untuk kembali pada dakwah keumatan melalui politik amar ma’ruf nahi munkar, menghadirkan kemaslahatan, dan menjauhkan kemudaratan.

Dalam safari Ramadhan dan silaturahim ke Pondok Pesantren Babussalam, Pekanbaru, Riau, Minggu (1/3), Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mengatakan karakter masyarakat Melayu Riau yang kuat dengan nilai spiritual menjadi alasan pentingnya kedekatan kader PPP dengan para tuan guru dan kiai.

“Saya mendorong agar kader-kader PPP kembali pada dakwah keumatan. Para kader tidak boleh jauh dari para guru dan kiai,” kata Mardiono, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Dakwah keumatan merupakan upaya kolektif menyebarkan nilai-nilai Islam, membangun suasana Islami, dan memberdayakan umat secara langsung (dakwah bil-hal) dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal tersebut mencakup penguatan akidah, peningkatan ibadah, dan pengamalan ajaran Islam untuk perbaikan sosial-kebangsaan, sehingga bukan sekadar politik praktis.

Mardiono mengatakan safari Ramadhan menjadi momentum untuk mempererat silaturahim sekaligus memperkuat kolaborasi antara ulama dan umaro.

Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, ia pun turut menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait berbagai kerja pemerintah yang saat ini sedang dijalankan serta pentingnya menyikapi dinamika global yang dinilai sedang tidak baik-baik saja.

Ia mengungkapkan kunjungannya ke Pondok Pesantren Babussalam merupakan yang kedua kalinya. Silaturahim kali ini turut dihadiri sejumlah tokoh, mulai dari unsur birokrasi, para mantan gubernur, hingga tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Riau.

“Pengabdian keumatan harus terus dijaga. Ulama dan umaro tidak boleh dipisahkan agar setiap kebijakan berpihak kepada umat dan rakyat, serta dilandasi akhlak yang mulia,” ujar dia.

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Babussalam, Syekh Ismail Royan menyambut baik kunjungan Ketua Umum PPP. Ia mengapresiasi silaturahim yang telah terjalin untuk kedua kalinya dan berharap hubungan tersebut dapat terus berlanjut.

Dia menilai kunjungan itu memberikan pemahaman baru bagi kalangan pesantren terkait berbagai program dan kebijakan pemerintah pusat yang sedang dijalankan.

Terkait peran ulama dalam mendampingi politikus PPP di Riau, Syekh Ismail menegaskan ulama pada prinsipnya berkewajiban memberikan dukungan apabila para pemimpin menunjukkan sikap berakhlak, beretika, beriman, dan bertakwa.

Sebaliknya, sambung dia, ulama juga berkewajiban mengingatkan apabila terdapat penyimpangan agar tetap berada pada koridor nilai agama dan kebangsaan.

“Tentu harapan kami ke depan, hubungan silaturahim ini semakin baik dan semakin bisa dipahami. Kami juga berharap PPP ke depan dapat terus membawa dan menjalankan amanah umat dengan sebaik-baiknya,” ungkap Ismail.

Baca juga: Waketum PPP dapat masukan ulama Jabar utamakan musyawarah- nilai Islam

Baca juga: PPP dorong soliditas kader hadapi Pemilu 2029 lewat musyawarah wilayah

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.