Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue menyatakan belum ada laporan kerusakan akibat gempa dengan magnitudo 6,4 di kabupaten kepulauan di Provinsi Aceh tersebut.

"Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa bumi. Kami masih menunggu laporan dari pihak kecamatan," kata Kepada BPBD Kabupaten Simeulue Zulfadli di Simeulue, Selasa.

Gempa dengan magnitudo 6,4 mengguncang tenggara kabupaten yang berada di Samudra Hindia tersebut pada Selasa pagi sekira pukul 11.56 WIB.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kata Zulfadli, posisi gempa berada pada 1.93 Lintang Utara (LU), 96.48 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 13 kilometer.

Ia menyebutkan, selang beberapa saat kemudian terjadi gempa susulan dengan magnitudo 3,2. Posisi gempa 2.31 LU dan 96.62 BT dengan kedalaman 19 kilometer di wilayah tenggara Simeulue.

Baca juga: Gempa bumi magnitudo 5,1 di Maluku Barat Daya, tak berpotensi tsunami

"Gempa dirasakan di sejumlah wilayah di sekitar Kabupaten Simeulue. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Zulfadli meminta warga untuk terus memantau informasi resmi yang dikeluarkan BMKG serta BPBD Kabupaten Simeulue serta mengikuti arahan pemerintah daerah setempat.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada. Masyarakat jangan terpancing dengan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Ratna Dewi, warga Desa Suak Bulu, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue mengatakan dirinya bersama sejumlah warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat guncangan terasa cukup kuat.

"Gempanya lumayan kuat terasa dalam beberapa detik. Kami langsung keluar dari rumah. Sejumlah peralatan rumah tangga berjatuhan akibat gempa tadi," katanya.

Baca juga: Aceh diguncang gempa 6,4 magnitudo, getaran dirasakan hingga Medan

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.