Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) program bedah kawasan terhadap 16 rumah warga yang terdampak kebakaran di Jalan Bangka III, RT 14/RW 02, Kelurahan Pela Mampang.
"Alhamdulillah, pada hari ini meletakkan batu pertama untuk bedah kampung," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dalam kegiatan groundbreaking program bedah kawasan Pela Mampang, Jakarta Selatan, Selasa.
Dia mengatakan kebakaran yang terjadi pada 10 Februari 2026 di kawasan tersebut berdampak pada 55 jiwa dari 22 kepala keluarga (KK).
Dalam kesempatan itu, pihaknya berkomitmen mengupayakan proses penanganan kebakaran di wilayah tersebut dapat dilakukan secara cepat sehingga warga tidak terlalu lama menunggu kepastian tempat tinggal.
"Kalau kita nggak sigap buru-buru, warga kita mau ke mana? Katakan nggak dibangun mulai sekarang, ditunda lagi sampai bulan depan, kan kasihan terbengkalai terus," ujar Anwar.
Sementara itu, salah satu korban kebakaran, Afri menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah dan pihak swasta tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya atas bantuannya. Alhamdulillah, rumah kami bisa dibangun kembali nantinya jadi rumah yang cakep, sehat, dengan sirkulasi yang baik," ungkap Afri.
Baca juga: Jaksel upayakan bedah rumah bagi warga terdampak kebakaran di Mampang
Terkait tempat tinggal sementara, dia mengaku menyewa kamar kos selama proses pembangunan rumahnya berlangsung.
Oleh karena itu, dia berharap agar perhatian pemerintah terhadap korban bencana dapat terus ditingkatkan.
"Harapannya, lebih ditingkatkan lagi untuk perhatiannya kalau ada bencana-bencana seperti kami ini. Alhamdulillah, sih ini cepat responnya banget-banget. Semua juga pada ngomongnya cepat, ya, katanya nggak sampai satu bulan kejadian sudah ada progres seperti ini," tutur Afri.
Sebelumnya, Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menaksir kerugian kebakaran yang melanda 16 rumah di Jalan Bangka III, RT 14/RW 02, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, itu mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Kebakaran tersebut menghanguskan 16 bangunan yang ditempati 22 kepala keluarga (KK) atau 50 orang. Tak ada korban luka maupun jiwa dari peristiwa tersebut.
Tempat pengungsian sementara bagi korban kebakaran itu, yakni berlokasi di Masjid Attaqwa, sementara kebutuhan logistik berada di kantor Sekretariat RT 014.
Baca juga: Pemkot Jaksel bedah rumah yang terdampak kebakaran di Pela Mampang
Baca juga: Baznas Jaksel bidik 180 unit rumah untuk dibedah pada 2026
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.