Jakarta (ANTARA) - Agen Perjalanan Golden Rama mengemukakan bahwa tren perjalanan internasional mengalami pemulihan sejak tahun lalu, bahkan tren konsumen kini melakukan pemesanan lebih awal untuk menghindari kenaikan harga tiket dan akomodasi.
"Dalam dua tahun terakhir kami melihat perubahan perilaku konsumen yang semakin strategis dalam merencanakan perjalanan. Mereka cenderung memesan lebih awal untuk menghindari kenaikan harga tiket dan akomodasi," ujar General Manager Communications & CRM Golden Rama Tours & Travel, Ricky Hilton dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Ia menambahkan bahwa pada momentum Lebaran 2026, Golden Rama mencatat kenaikan permintaan paket wisata internasional ke Korea, Jepang, China, dan Eropa sekitar kurang lebih 20 persen secara tahunan/yoy dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Lebaran 2026: Menguji gairah wisata saat inflasi
Adapun daya tarik dari negara-negara tersebut meliputi kombinasi budaya populer, atraksi unik, pengalaman autentik, serta harga paket yang kompetitif.
"Tren ini diperkuat oleh perilaku konsumen yang semakin merencanakan perjalanan lebih awal dan selektif terhadap pengalaman yang mereka cari," katanya lagi.
Berdasarkan data Golden Rama pada gelaran Extra 2025, menunjukkan peningkatan pemesanan paket grup tur ke berbagai destinasi internasional untuk musim Lebaran sekitar kurang lebih 15,7 persen secara tahunan dibanding periode yang sama tahun lalu, hal ini menjadi indikasi bahwa minat pasar meningkat signifikan dari tahun ke tahun.
Baca juga: KBRI Beograd dorong peningkatan wisatawan Serbia ke Indonesia
Sementara di luar data internal pihaknya mencatat, tren permintaan outbound secara umum di Indonesia juga menunjukkan kenaikan kuat tahun ini, terutama untuk destinasi Asia Timur seperti China, Jepang, dan Korea, yang masih menjadi top booking markets menjelang Lebaran.
Selain faktor destinasi, perubahan perilaku wisatawan Indonesia turut mendukung kenaikan yakni semakin banyak pemesanan yang lebih awal menjelang Lebaran karena konsumen ingin mengamankan harga dan jadwal sebelum puncak musim atau peak season.
Wisatawan kini mencari pengalaman yang lebih personal dan autentik, bukan sekadar destinasi mainstream. Kemudian adanya skema dan fleksibilitas pembayaran dari operator seperti halnya yang dihadirkan Golden Rama juga meningkatkan minat pasar.
Baca juga: Gerakan nasional "Indonesia asri" dan tren wisata dunia
Baca juga: Destinasi wisata favorit saat musim hujan di Indonesia
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.