Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Humanitarian Forum Indonesia (HFI) resmi menyepakati penguatan sinergi kemanusiaan yang berfokus pada mitigasi bencana melalui "Deklarasi Komitmen bersama Kesiapsiagaan Bencana berbasis Rumah Ibadat".

"Ini inisiatif yang sangat luar biasa dan sejalan dengan perhatian Baznas, terutama terkait dengan rencana kesiapsiagaan bencana," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan melalui keterangan di Jakarta, Selasa.

Rizaludin menyebut inisiatif ini merupakan terobosan penting bagi dunia kemanusiaan, terutama dalam memposisikan rumah ibadat sebagai garda terdepan penanganan krisis.

Selama ini, lanjut dia, Baznas memandang penanganan bencana sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga maqashid syariah, khususnya dalam aspek lingkungan (hifzhul bi’ah).

Baca juga: DPR apresiasi Baznas RI dalam penyaluran ZIS untuk penanganan Sumatera

Ia menegaskan komitmen Baznas untuk tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga melakukan langkah-langkah preventif dan edukatif.

Lebih lanjut, Ketua Umum HFI Romi Ardiansyah menegaskan penguatan kerukunan lintas iman melalui Program Kesiapsagaan Bencana Berbasis Rumah Ibadat menjadi perwujudan salah satu pilar utama dalam Rencana Strategis (Renstra) 2026-2030 yang telah disahkan.

Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk mengonversi semangat keguyuban antar-umat beragama menjadi aksi nyata dalam mengelola isu-isu kemanusiaan di Indonesia secara kolaboratif.

Baca juga: Baznas renovasi masjid dan mushalla di berbagai daerah Indonesia

"Concern kita adalah bagaimana memperkuat keguyuban lintas agama dengan menghadirkan rumah ibadat tangguh bencana. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik sehingga sebagai bangsa yang juga punya concern iman dan lintas iman yang kuat, isu-isu kebencanaan dan kemanusiaan bisa kita kelola bersama," ucap Romi Ardiansyah.

Diketahui, terdapat sebanyak 20 lembaga kemanusiaan anggota HFI. Saat ini HFI bersama pemerintah dan lembaga agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu sedang mengawal pembuatan regulasi Rumah Ibadat Tangguh Bencana.

Dengan adanya regulasi diharapkan rumah ibadat yang khususnya di daerah rawan bencana menjadi tangguh bencana.

Baca juga: HFI: Tokoh agama di daerah bantu kurangi kepanikan kala bencana

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.