Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin menyambut baik ajakan Indonesia untuk membina industri semikonduktor bersama di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Selasa, Dubes Hasrin mengatakan bahwa Malaysia memiliki keunggulan pengalaman industri yang panjang, sementara Indonesia memiliki keunggulan dalam hal bahan baku produksi semikonduktor.
“Tetapi, dialog atau pembicaraan antara kedua belah pihak harus dilakukan dulu untuk melihat potensi penuh dari kerja sama kita dalam industri semikonduktor,” kata Dubes Hasrin.
Di samping pengembangan industri bersama, ia juga menekankan pentingnya kerja sama dalam memastikan kestabilan rantai pasok untuk membangun industri tersebut di era globalisasi 2.0.
Baca juga: Airlangga: RI bakal tarik kembali industri semikondutor dari Malaysia
Adapun pada Februari 2026, Pemerintah Indonesia mengajak Malaysia menjalin kerja sama dalam pengembangan generasi baru industri semikonduktor.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Malaysia masih lebih maju dibandingkan Indonesia dalam pengembangan industri semikonduktor.
Namun, pada generasi baru teknologi chip, pasar dinilai masih terbuka dan memberikan ruang bagi kolaborasi kedua negara.
"Karena itu, Indonesia juga menantang Malaysia dalam pengembangan generasi baru semikonduktor yang didukung oleh komitmen Presiden RI untuk mendorong pengembangan teknologi tersebut," kata Airlangga dalam acara Indonesia Economic Summit (IEC) 2026 di Jakarta pada 3 Februari.
Menurut Airlangga, kerja sama dengan Negeri Jiran itu menjadi penting karena negara tersebut telah memiliki ekosistem semikonduktor yang lebih matang. Indonesia pun melihat peluang untuk berkolaborasi sekaligus membangun kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut, kata dia
"Indonesia memiliki kekuatan dari sisi hulu. Mulai dari pasir silika, Indonesia telah memiliki industri kaca lembaran (floating glass). Tahap berikutnya adalah pengembangan panel surya, kemudian sektor air. Dengan desain yang dikerjakan bersama, maka proses pencetakan akan menjadi industri berikutnya yang dapat kita kembangkan bersama," tuturnya.
Baca juga: Taiwan-Jepang akan kerja sama untuk semikonduktor
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.