Bandung (ANTARA) - Bupati Bandung, Jawa Barat, Dadang Supriatna mencatat sekitar 1,2 juta warga di wilayahnya telah mendapatkan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bupati dalam kunjungannya ke Rancaekek, Rabu, menyebut program tersebut telah menjadi salah satu prioritas Pemkab Bandung dalam mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak-anak usia sekolah.

“Sebanyak 1,253 juta jiwa sudah menerima manfaat dari program MBG yang merupakan prioritas kami, dan sekitar 370 dapur sudah aktif dari target 420,” ujarnya.

Program MBG sendiri dirancang untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup setiap hari sehingga pertumbuhan fisik dan kognitif mereka tetap optimal.

Bupati Dadang menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah penerima, tetapi juga dari kualitas distribusi makanan bergizi yang sampai ke siswa setiap hari.

Baca juga: BRIN: MBG berdampak pada peningkatan PDB sebesar Rp14,5-26 triliun

Dia menyebut bahwa pelaksanaan MBG di Kabupaten Bandung senantiasa melibatkan sekolah, guru, dan masyarakat, sehingga logistik dan penyediaan makanan bisa berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Keberhasilan MBG bukan hanya soal jumlah siswa yang terjangkau, tetapi juga kepastian mereka menerima makanan bergizi setiap hari,” tambahnya.

Pemkab Bandung menargetkan program ini dapat menjangkau seluruh siswa dalam beberapa tahun ke depan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan merata di seluruh kabupaten.

“Program MBG tidak berhenti pada jumlah penerima saja, tetapi harus memastikan anak-anak benar-benar makan bergizi setiap hari,” ujar Bupati.

Dengan MBG, Pemkab Bandung berharap dapat membentuk generasi sehat, cerdas, dan siap belajar, sekaligus menjadi model keberhasilan bagi kabupaten lain di Jawa Barat, terutama dalam program pemberdayaan gizi anak sekolah.

Baca juga: Mendukbangga pastikan TPK antar MBG dapat insentif dari SPPG

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.