Teknologi HAPS memiliki potensi untuk menjawab tantangan penyediaan layanan di wilayah 3T

Jakarta (ANTARA) - TelkomGroup melalui PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) dan AALTO HAPS Limited, anak usaha Airbus, melanjutkan kolaborasi strategis pengembangan Stratospace dan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Senin (2/3).

Kerja sama ini bertujuan mengeksplorasi konektivitas non-terestrial berbasis High Altitude Platform System (HAPS) guna memperluas jangkauan dan meningkatkan keandalan jaringan nasional, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Seno Soemadji mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi TelkomGroup dalam menyiapkan fondasi infrastruktur generasi berikutnya yang melengkapi jaringan terestrial.

"Teknologi HAPS memiliki potensi untuk menjawab tantangan penyediaan layanan di wilayah 3T, sejalan dengan kebutuhan pemerintah dan kebutuhan dasar masyarakat atas akses konektivitas yang merata. Selain itu, solusi ini juga dapat dimanfaatkan dalam situasi kebencanaan ketika infrastruktur terestrial mengalami gangguan, sehingga mendukung proses pemulihan layanan secara lebih cepat dan efektif,” ujar Seno dalam keterangannya pada Rabu.

Baca juga: Mitratel cetak laba Rp1,09 triliun pada semester I 2025

Baca juga: Mitratel-Telkom perluas layanan Indihome lewat infrastruktur fiber

Dalam nota kesepahaman tersebut, AALTO akan bertindak sebagai penyedia layanan konektivitas Stratospace sekaligus operator Stratocraft yang mencakup penempatan, pengoperasian, serta pengelolaan solusi berbasis HAPS.

Sementara itu, Mitratel sebagai penyedia infrastruktur menara telekomunikasi dan operating company Telkom akan mendukung implementasi melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur menara yang dibutuhkan.

Seno menambahkan TelkomGroup akan melakukan pengujian serta studi kelayakan komprehensif guna memastikan kesiapan implementasi dilakukan secara terukur dan prudent, dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku.

Perluasan ruang lingkup kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesepahaman yang telah terjalin sejak 2023. Potensi sinergi kedua pihak akan terus dievaluasi melalui kajian menyeluruh yang mencakup aspek
bisnis, finansial, teknis, operasional, komersial, hukum dan regulasi guna memastikan perencanaan dan pelaksanaan yang akuntabel.

CEO Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyatakan sinergi antara infrastruktur menara dan teknologi HAPS diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperluas cakupan, serta memperkuat ketahanan sistem telekomunikasi nasional.

"Kesepahaman ini memberikan landasan yang lebih kokoh bagi kedua pihak untuk menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan berorientasi jangka panjang,” jelas Theodorus.

Sementara itu, CEO AALTO Hughes Boulnois menyebut penguatan kerja sama berlangsung di tengah meningkatnya momentum komersial teknologi Stratospace, termasuk kemampuan platform Zephyr dalam menghadirkan konektivitas langsung ke perangkat (direct-to-device) untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses.

“Asia-Pasifik menjadi kawasan strategis bagi pertumbuhan AALTO dan bagian penting dari evolusi konektivitas global,” ungkapnya.

MoU yang diperpanjang hingga Oktober 2027 tersebut menjadi landasan bagi TelkomGroup melalui Mitratel dan AALTO untuk terus mengevaluasi potensi integrasi teknologi HAPS dan infrastruktur telekomunikasi dalam mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.

Baca juga: Telkom ingatkan risiko kebocoran data dari penggunaan AI publik

Baca juga: Telkom: Adaptif dalam teknologi buat AI ciptakan peluang kerja baru

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.