Jakarta (ANTARA) - Bek Tengah Manchester City Ruben Dias menyebut timnya mewaspadai kebangkitan Nottingham Forest yang tengah "terluka" saat kedua tim berhadapan pada laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Stadion Etihad, Manchester, Kamis (5/3) dini hari WIB.

Forest kalah pada tiga laga terakhirnya di liga yang membuat mereka berada di posisi ke-17 klasemen sementara Liga Inggris musim ini dengan 27 poin dari 28 laga, hanya unggul dua poin dari West Ham United di zona degradasi atau posisi ke-18.

"Saya pikir karena mereka tidak berada dalam posisi yang paling nyaman, mereka menjadi lebih berbahaya. Dan, ya, ini pertandingan yang sulit," ujar Dias dikutip dari laman resmi Manchester City, Rabu.

Baca juga: Le Bris bangga Sunderland tumbangkan Leeds di Elland Road

Baca juga: Wolves kalahkan Liverpool, Gomes: Kuncinya disiplin dalam bertahan

Bek asal Portugal itu pun menegaskan City tidak memandang Nottingham Forest sebelah mata. Apalagi, sang lawan dinilainya memiliki banyak pemain berkualitas.

Meski begitu, Dias menegaskan Manchester City juga tengah dalam performa yang konsisten. Mereka masih bersaing di semua kompetisi yang diikuti.

"Kami berada tepat di posisi yang kami inginkan. Kami dekat dengan semua tujuan kami," kata dia.

Saat ini Manchester City masih menempati posisi dua klasemen sementara Liga Inggris 2025/2026 dengan mengoleksi 59 poin dari 28 pertandingan.

Mereka tertinggal lima poin dengan Arsenal yang berada di puncak klasemen (64 poin dari 29 laga).

Sementara Nottingham Forest kini menempati peringkat 17 klasemen dengan menorehkan 27 poin dari 28 pertandingan. Forest mengintai posisi Tottenham Hotspur yang berada tepat di atas mereka dan cuma unggul dua poin (29 poin, 28 laga).

Baca juga: Liverpool takluk 1-2 ketika bertandang ke markas Wolves

Baca juga: Hasil Liga Inggris: Everton hantam Burnley, Sunderland tekuk Leeds

Pewarta: Farras Ziyad Muhammad
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.