Jakarta (ANTARA) - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menyalurkan 4.000 buku untuk Sekolah Rakyat di Bandung Barat sebagai komitmen untuk memperkuat literasi nasional.
Langkah konkret ini tidak hanya memperkuat koleksi bacaan di jenjang SD, SMP, dan SMA, tetapi juga menjadi investasi strategis dalam menyiapkan generasi literat menuju Indonesia Emas 2045. Rincian buku yang disalurkan yakni 1.500 untuk SD, 1.500 untuk SMP, dan 1.000 untuk SMA.
"Target kami setiap tahun jumlah ini meningkat minimal 10 persen agar koleksi terus diperbarui," ujar Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Selain penyediaan koleksi, Perpusnas juga menghadirkan pendampingan teknis pengelolaan perpustakaan. Pustakawan senior dan tenaga kreatif dilibatkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan buku melalui kegiatan membaca bersama, diskusi reflektif, penulisan ulang isi bacaan, hingga proyek kreatif berbasis buku seperti pementasan sederhana.
Baca juga: Perpusnas: Literasi di era AI jadi fondasi kepemimpinan nasional
Menurut Aminudin, keterlibatan Perpusnas bukan sekadar dukungan administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab strategis negara dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"Sekolah Rakyat bukan hanya soal perubahan status sosial, melainkan tentang menyiapkan pemimpin masa depan. Pemimpin hari ini tidak lagi dilahirkan, tetapi dipersiapkan," katanya.
Melalui sinergi dengan Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, Perpusnas optimistis Sekolah Rakyat dapat menjadi model penguatan literasi nasional.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menilai perpustakaan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik.
"Dukungan Perpusnas adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi unggul dan siap menghadapi tantangan global. Perpusnas juga menjadi wadah lahirnya generasi cageur, bageur, bener, pinter, singer, alias sehat, baik, benar, cerdas, dan terampil," ucap Herman.
Baca juga: Respons keluhan terkait iPusnas, Perpusnas lakukan pemulihan bertahap
Baca juga: Perpusnas dukung literasi di Sekolah Rakyat via anjungan baca digital
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.