Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin menyampaikan bahwa Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dipastikan akan menghadiri langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Jakarta pada April nanti.

"Insya Allah, PM (Anwar Ibrahim) akan hadir untuk acara KTT D-8 nanti," kata Dubes Hasrin ditemui setelah menjadi tuan rumah agenda buka puasa bersama Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Rabu malam (4/3).

Ia menyampaikan bahwa Kedubes Malaysia akan melakukan persiapan sebaik-baiknya supaya kunjungan PM Anwar ke Indonesia dan keikutsertaannya dalam KTT D-8 dapat berjalan lancar.

Dubes Hasrin turut menyampaikan harapan agar Malaysia dapat mencapai tujuannya, baik dalam konteks hubungan bilateral maupun kerja sama dalam lingkup D-8, melalui keikutsertaan PM Anwar dalam agenda Organisasi Kerja Sama Ekonomi Developing Eight itu.

"Malaysia senantiasa memberi dukungan kepada Indonesia sebagai pemegang keketuaan di D-8," tambahnya.

Baca juga: Prabowo yakin rencana besar Dewan Perdamaian wujudkan damai di Gaza

Sebelumnya, dalam kesempatan wawancara khusus bersama ANTARA di Jakarta, Selasa (3/3), Dubes Hasrin mengungkapkan keyakinan bahwa keberhasilan Indonesia mengetuai ASEAN pada 2023 lalu telah menjadi jaminan Indonesia juga akan berhasil saat memegang kepemimpinan D-8 untuk periode 2026-2027.

Pihaknya menjadikan penguatan perdagangan dan investasi, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagai prioritas yang akan didorong pihaknya selama RI kepemimpinan D-8.

"Kekuatan industri Malaysia umumnya disokong UMKM. Karena itu, kami ingin D-8 berperan menguatkan potensi UMKM di negara kami, begitu pula UMKM di negara D-8 lain," kata Dubes Hasrin.

Baca juga: D-8 berpeluang jadi pasar alternatif di tengah kegamangan ekonomi

Malaysia senantiasa mendorong peningkatan dan investasi di antara negara anggota D-8 dengan mengoptimalkan kesepakatan perdagangan preferensial serta mendorong kolaborasi antara sektor bisnis negara D-8 melalui forum bisnis, ucap dia.

D-8 merupakan kelompok kerja sama ekonomi yang dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang, yaitu Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi anggota ke-9 pada 2025.

Keketuaan Indonesia saat ini mengusung tema "Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama" yang mendorong adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, inklusivitas, dan ketahanan.

Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT D-8 di Jakarta pada April mendatang.

Baca juga: Malaysia dukung keketuaan RI di D-8, minta perhatian isu UMKM

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.