Namun setelah menempuh perjalanan sekitar satu mil laut, kapal mengalami kerusakan akibat baling-baling (propeler) terlepas sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran

Sorong (ANTARA) - Kapal tunda TNI AL di bawah kendali Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIV Sorong, Kapal TD Umsini, melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap kapal wisata KLM Sanya Pacific High yang mengalami kerusakan propeler di perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Komandan Kapal TD Umsini Kodaeral XIV Peltu Nav Aris Malulun di Sorong, Kamis, menjelaskan seluruh awak kapal dalam kondisi selamat setelah mendapatkan pertolongan dari Kapal TD Umsini.

“Seluruh ABK KLM Sanya Pacific High berjumlah sembilan orang dalam keadaan aman dan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut," ujarnya.

Menurut dia, prioritas utamanya adalah keselamatan personel serta memastikan kapal dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk pemeriksaan teknis lebih lanjut.

Baca juga: Hindari cuaca buruk, KM Prestige Voyager kandas di Raja Ampat

Dia mengisahkan kapal wisata tersebut diketahui mengalami kedaruratan saat berlayar di sekitar Pulau Pam.

Insiden bermula ketika KLM Sanya Pacific High berangkat dari Pulau Penemu menuju Pulau Pam pada Senin (2/3).

"Namun setelah menempuh perjalanan sekitar satu mil laut, kapal mengalami kerusakan akibat baling-baling (propeler) terlepas sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran," paparnya.

Informasi mengenai kondisi darurat tersebut diterima Staf Operasi Kodaeral XIV pada Selasa (3/3) dari Kapten kapal KLM Sanya Pacific High Irwandi, yang meminta bantuan evakuasi. Laporan tersebut kemudian segera disampaikan kepada Komandan Kodaeral XIV Laksamana Muda TNI Djatmoko.

Baca juga: Kapal nelayan bermuatan tujuh ton ikan hilang kontak di Raja Ampat

Djatmoko kemudian langsung memerintahkan Kapal TD Umsini untuk bergerak menuju lokasi guna memberikan bantuan. "Pada pukul 17.15 WIT kapal tunda tersebut bertolak dari Sorong menuju titik kejadian," ucapnya.

Kapal TD Umsini tiba di lokasi pada Rabu (4/3) sekitar pukul 00.04 WIT. Tim kemudian melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi kapal serta kesehatan awak kapal.

Setelah mempertimbangkan faktor keselamatan, termasuk kondisi cuaca dan medan perairan, proses penarikan kapal dilaksanakan pada Kamis (5/3) pukul 07.11 WIT dengan prosedur ketat dan penuh kehati-hatian guna menghindari kerusakan tambahan pada lambung kapal maupun terumbu karang di kawasan konservasi tersebut.

"Selanjutnya KLM Sanya Pacific High ditarik menuju kolam bandar di sekitar wilayah Pelabuhan Umum Sorong untuk lego jangkar dan menjalani pemeriksaan teknis lebih lanjut oleh tim terkait dan otoritas maritim," katanya.

Baca juga: Sistem tambat labuh lindungi gugusan terumbu karang di Raja Ampat

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.