Teheran (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi bertukar pandangan dengan menlu Rusia dan Prancis tentang perkembangan terkini serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam dua percakapan telepon terpisah, Araghchi memaparkan kepada kedua menlu tentang serangan yang dilancarkan Israel dan AS terhadap Iran sejak Sabtu (28/2) pekan lalu, menurut pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Iran.

Araghchi mengatakan Israel dan AS telah menargetkan kawasan permukiman, sekolah, masjid, rumah sakit, serta pusat penyelamatan dan layanan publik di Iran, serta membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan banyak warga sipil, termasuk lebih dari 175 pelajar. Dia menyerukan kepada semua pemerintah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk secara tegas mengecam tindakan "kriminal" Israel dan AS, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran.

Menlu Rusia Sergei Lavrov menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Khamenei, para komandan militer senior, dan warga sipil, seraya menegaskan bahwa serangan terhadap Iran melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan Piagam PBB serta akan menimbulkan konsekuensi yang "sangat berat" bagi stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut maupun seluruh dunia.

Menlu Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan negaranya berpandangan bahwa serangan AS dan Israel terhadap Iran bertentangan dengan hukum internasional, serta menyatakan harapan agar perdamaian di kawasan tersebut dapat secepatnya dipulihkan.

Pada Sabtu pagi waktu setempat, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota lain di Iran. Iran merespons melalui beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan pangkalan AS di kawasan Timur Tengah.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.