Jakarta (ANTARA) - TNI AL mengevakuasi satu jenazah penumpang kapal KMP Dharma Ferry VII yang sebelumnya terjatuh dan tenggelam di jalur laut alur pelayaran barat Surabaya (APBS) pada Rabu (4/3).
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis, mengatakan, proses evakuasi ini dilakukan prajurit Laut (Lanal) Batuporon bersama Poskamladu Lumpur Gresik, Lanal Batuporon, Satpolairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, Crew KN SAR Permadi (Basarnas), dan KSOP Kelas II Gresik.
Tunggul menjelaskan peristiwa tenggelamnya penumpang kapal itu bermula ketika KMP Dharma Ferry dari Balikpapan akan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Selasa (3/3), malam.
"Saat mendekati pelabuhan Tanjung Perak didapati laporan adanya penumpang yang terjatuh ke laut di alur APBS. Tim gabungan segera melakukan koordinasi cepat dengan instansi terkait untuk menggelar operasi pencarian," kata Tunggul.
Tunggul menjelaskan pencarian itu dilakukan hingga hingga akhirnya korban ditemukan pukul 12.45 WIB.
"Jenazah ditemukan setelah tim menyisir area mulai dari perairan Pelabuhan Maspion hingga Pelabuhan Gresik," kata Tunggul.
Jenazah lalu dibawa ke RSUD Ibnu Sinah untuk diautopsi lebih lanjut. Tunggul menegaskan keberhasilan ini merupakan bukti kesiap siagaan TNI AL dan seluruh jajaran dalam menjaga wilayah teritorial laut Indonesia.
"Keberhasilan penemuan korban ini adalah hasil nyata dari sinergitas TNI-Polri, aparat pemerintah, serta kepedulian masyarakat terhadap keselamatan laut," tutup Tunggul.
Baca juga: TNI AL bantu penyelamatan kapal wisata rusak propeler di Raja Ampat
Baca juga: TNI AL bagikan sembako kepada nelayan di Laut Aru
Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.