Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, membuka posko pengaduan pekerja migran Indonesia (PMI) khususnya pekerja migran yang bekerja di negara-negara kawasan Timur Tengah yang saat ini menjadi wilayah perang Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengemukakan bahwa pemerintah daerah membuka posko pengaduan PMI seiring dengan adanya pengaduan dari keluarga pekerja migran yang bekerja di kawasan Timur Tengah.

"Pertama, kami mendapatkan pengaduan langsung melalui media sosial TikTok dari seorang pekerja migran di negara Oman. Yang bersangkutan meminta perlindungan dan ingin cepat kembali ke Indonesia," kata Bupati Rio kepada wartawan di Situbondo, Kamis.

Ia mengungkapkan, sejak terjadi perang AS-Israel dan Iran hingga saat ini sudah ada tiga pekerja migran Indonesia yang bekerja di negara Timur Tengah mengadukan ke pemerintah daerah setempat memohon secepatnya bisa kembali ke Indonesia.

Oleh karena itu, Bupati Rio meminta Dinas Ketenagakerjaan setempat untuk membuka posko secara online maupun offline dalam memudahkan keluarga pekerja migran mengadukan kondisi keluarganya.

Baca juga: Menteri P2MI: Kondisi pekerja migran Indonesia di Timur Tengah aman

Bupati juga mengaku komunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang ada di Oman dan juga akan bertemu Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

"Kami terus berupaya membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti KJRI, dan besok saya juga akan bertemu dengan Menteri P2MI," kata Rio.

Salah seorang warga Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Hosnia mengadukan terkait adik kandungnya yakni Sri Wahyuningsih (40) yang saat ini berada di wilayah terdampak perang Iran dan AS-Israel, yakni di negara Oman.

"Sejak perang di Timur Tengah, hampir setiap hari adik saya menelepon ingin pulang. Di sana tidak aman katanya, suara bom terus menerus," kata dia di Posko Pengaduan PMI di depan Pendopo Kabupaten Situbondo.

Hosnia mengatakan, adiknya bekerja di negara Oman sejak Agustus 2025, dan sebelumnya juga bekerja di Arab Saudi.

Baca juga: Anggota DPR: Negara wajib jamin keselamatan PMI di Timur Tengah

Pekerja migran Sri Wahyuningsih yang saat ini berada di lokasi pengungsian negara Oman, katanya, memiliki dua anak laki-laki dan tinggal bersamanya.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.