Lubuk Basung (ANTARA) - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan enam dari tujuh titik hunian sementara yang dibangun pemerintah pusat telah ditempati oleh penyintas bencana yang melanda daerah itu pada akhir November 2025.
"Enam hunian sementara ini telah selesai dibangun dan telah ditempati oleh penyintas," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Agam Rinaldi di Lubuk Basung, Kamis.
Ia mengatakan, hunian sementara tersebut berada di Lahan DOB Bancah Balingka, Kecamatan Ampek Koto.
Menurutnya, penyintas bisa mulai menempati hunian sementara yang baru selesai dibangun beberapa hari itu, karena nomor dan nama pemilik sudah ditempel di hunian sementara tersebut.
Total hunian sementara yang sudah selesai dan telah ditempati, kata dia, berada di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan sebanyak 117 unit dan hunian sementara di Lapangan Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan 88 unit.
Setelah itu hunian sementara di Lapangan Lambeh, Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak 14 unit, hunian sementara di Lahan Kampung Ujuang, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya 35 unit.
Serta hunian sementara di Objek Wisata Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya 20 unit.
"307 unit hunian sementara telah ditempati dari 358 unit yang tersebar di tujuh titik," katanya.
Ia mengakui hunian sementara yang belum selesai berada di Lapangan Bola Jajaran Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan sebanyak 51 unit.
Saat ini, hunian sementara tersebut sedang dalam proses pembangunan dan dalam waktu dekat selesai dibangun.
"Tinggal satu hunian sementara ini belum selesai dan kita harapkan dalam waktu dekat selesai dan ditempati oleh penyintas," katanya.
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.