Blora (ANTARA) - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah - Daerah Istimewa Yogyakarta (BBPJN Jateng-DIY) mempercepat pengerjaan perbaikan dua ruas jalan nasional, yakni di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Blora, Jawa Tengah, untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
"Rencana perbaikan sepanjang 1,3 kilometer dengan anggaran sebesar Rp3 miliar. Sedangkan yang terlaksana saat ini sudah mencapai 300-an meter atau 23,08 persen," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 Provinsi Jateng BBPJN Jateng-DIY Arif Agus Setyawan di Blora, Kamis.
Model perbaikannya, kata dia, untuk perbaikan minor dilakukan dengan pelapisan aspal satu lapis (AC-WC) menyusul kerusakan akibat cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan yang memicu munculnya lubang di badan jalan.
Jalan yang berlubang, di antaranya memiliki kedalaman sekitar tujuh centimeter (cm) dengan diameter 50 cm, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Ia mengatakan penanganan di lapangan, dilakukan secara spot-spot maupun memanjang sesuai kondisi lapangan. Metode yang digunakan yakni patching dengan aspal panas (hotmix) dari AMP dengan aditif hingga seluruh titik kerusakan tertangani.
Dua ruas yang direhabilitasi, lanjut dia, yakni Jalan Ahmad Yani sepanjang sekitar 1,3 kilometer dengan nilai pekerjaan sekitar Rp2 miliar dan Jalan Sudirman sepanjang 0,5 kilometer senilai Rp1 miliar. Di ruas Jalan Sudirman juga dilakukan perataan tumpukan aspal lama.
Untuk mendukung percepatan pekerjaan, dikerahkan satu unit Cold Milling Machine (CMM), finisher, tandem roller, Pneumatic Tire Roller (PTR), asphalt sprayer, kompresor, serta 15 dump truk dengan jumlah pekerja lebih dari 100 orang.
Selama pekerjaan berlangsung, diberlakukan sistem contraflow atau rekayasa lalu lintas guna meminimalkan kemacetan arus kendaraan di ruas tersebut. Sedangkan target selesai paling lambat H-10 Lebaran agar kondisi jalan lebih aman dan nyaman dilalui pemudik.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.