Jakarta (ANTARA) - Perusahaan properti dan pengembang kawasan industri PT Jababeka Tbk (KIJA) menargetkan marketing sales (penjualan pemasaran) sebesar Rp3,75 triliun pada 2026.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi marketing sales perseroan yang sebesar Rp3,2 triliun pada 2025, atau tumbuh 13 persen year on year (yoy) dibandingkan realisasi pada 2024.

"Perseroan menetapkan target penjualan pemasaran sebesar Rp3,75 triliun pada 2026, terutama didorong oleh permintaan yang tetap tinggi terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang," ujar Corporate Secretary KIJA Muljadi Suganda dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis.

Dari target tersebut, perseroan berharap sebesar Rp1,25 triliun dikontribusikan dari Cikarang dan lainnya, yang terdiri dari Rp800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri, serta Rp450 miliar dari produk residensial dan komersial.

Baca juga: IHSG "rebound" ikuti bursa kawasan Asia dan global

Sementara itu, sisanya sebesar Rp2,5 triliun ditargetkan berasal dari Kendal, yang seluruhnya merupakan produk industri.

Sepanjang tahun 2025, Jababeka mencatatkan total pendapatan sebesar Rp5,15 triliun, atau tumbuh 12 persen (yoy) dibandingkan sepanjang 2024.

Pilar Land Development & Property perseroan berkontribusi terhadap total pendapatan sebesar Rp2,46 triliun pada 2025, atau menurun dibandingkan Rp2,56 triliun pada 2024.

Kemudian, Pilar Infrastruktur (utamanya listrik, air, pengelolaan limbah, pengelolaan estate, dan pelabuhan) berkontribusi sebesar Rp2,57 triliun pada 2025, atau tumbuh 34 persen (yoy) dibandingkan sebesar Rp1,90 triliun pada 2024.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.