Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan munculnya kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing menjadi momentum penting bagi olahraga Indonesia memperkuat sistem perlindungan atlet.

"Kita tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ini. Tidak ada tempat bagi kekerasan, apalagi kekerasan seksual dalam dunia olahraga yang seharusnya menjadi ruang aman bagi para atlet untuk berlatih, berkembang, dan berprestasi demi bangsa," kata Erick Thohir dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap sejumlah atlet panjat tebing oleh pelatih kepala mereka saat ini dalam proses penanganan.

Menpora menyatakan dukungan terhadap Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang mendampingi dan memfasilitasi lima atlet terduga korban untuk melaporkan kasus itu ke kepolisian agar disusut secara tuntas.

Dia mengatakan bahwa setiap atlet berhak mendapatkan lingkungan olahraga yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Pemerintah, kata dia, tidak akan menoleransi tindakan kekerasan seksual dalam dunia olahraga.

Baca juga: Pelatih panjat tebing disiplin speed fokus loloskan atlet ke AG 2026

"Negara hadir melindungi para atlet. Kami berpihak pada korban dan mendukung penuh langkah FPTI untuk mendampingi korban melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian agar diproses secara hukum sehingga korban mendapatkan keadilan," katanya.

Menurutnya, apabila pelaku terbukti bersalah, maka perlu menerima hukuman maksimal agar bisa menciptakan efek jerah sekaligus peringatan bagi siapa pun yang melakukan perbuatan serupa.

Terlepas dari proses penanganan, Menpora menginginkan agar kasus itu menjadi momentum penting bagi pemangku kepentingan olahraga untuk membangun sistem perlindungan atlet.

Dia mendorong semua pengurus federasi, pelatih, dan komunitas olahraga untuk bersama-sama membangun budaya yang menjunjung tinggi integritas, penghormatan terhadap martabat manusia, dan perlindungan terhadap atlet, sehingga tercipta ekosistem olahraga yang bebas dari kekerasan.

"Keselamatan dan kesejahteraan atlet merupakan prioritas utama dalam pembangunan ekosistem olahraga nasional," katanya.

Baca juga: FPTI umumkan daftar atlet pelatnas panjat tebing 2026

Baca juga: PP FPTI dukung penuh lima atlet yang buat laporan ke Mabes Polri

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.