Jakarta (ANTARA) - CEO Divisi Gim Microsoft, Asha Sharma, mengonfirmasi nama kode konsol generasi berikutnya dari Xbox, yakni “Project Helix”, yang disebut akan menghadirkan peningkatan performa sekaligus mampu menjalankan gim konsol maupun PC.
Dilansir dari IGN pada Jumat, dalam unggahannya di media sosial X, Asha mengatakan bahwa konsol tersebut menjadi bagian dari komitmen terhadap masa depan Xbox. Ia juga menyebut Project Helix dirancang untuk menghadirkan performa unggulan dibandingkan generasi sebelumnya.
“Awal pagi yang menyenangkan bersama Tim Xbox, di mana kami membahas komitmen kami terhadap masa depan Xbox, termasuk Project Helix yang merupakan nama untuk konsol generasi berikutnya. Project Helix akan memimpin dalam hal performa dan memungkinkan pengguna memainkan gim Xbox serta gim PC,” tulis Asha.
Baca juga: Pimpinan divisi gim Microsoft janji hindari penggunaan konten AI
Ia menambahkan bahwa pembahasan lebih lanjut mengenai konsol generasi baru itu akan dilakukan bersama para mitra dan pengembang gim pada ajang Game Developers Conference (GDC) yang digelar pekan depan.
Pengumuman ini muncul beberapa pekan setelah Asha ditunjuk sebagai CEO Xbox, menggantikan Phil Spencer yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatannya. Project Helix disebut sebagai gebrakan baru dari Xbox setelah perubahan kepemimpinan di divisi gim Microsoft
Rumor mengenai konsol Xbox generasi kelima telah beredar cukup lama, termasuk kabar bahwa perangkat tersebut mampu menjalankan gim-gim PC. Meski demikian, kemungkinan perangkat tersebut tidak akan dapat memainkan gim eksklusif PlayStation yang juga dirilis di PC, mengingat Sony dilaporkan mengurangi perilisan gim eksklusif di PC.
Baca juga: ASUS hadirkan perangkat gaming genggam ROG Xbox Ally di Indonesia
Baca juga: Microsoft naikkan harga Xbox Series X/S di Amerika Serikat
Baca juga: Microsoft dan LG hadirkan layanan gim Xbox Cloud Gaming ke mobil
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.