Bandarlampung (ANTARA) - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung mencatat persentase kemantapan jalan nasional di Provinsi Lampung pada 2025 sebesar 92,32 persen.

"Tugas kami itu melaksanakan pembangunan, pemeliharaan di ruas-ruas jalan nasional. Ruas jalan nasional di Lampung memiliki panjang 1.298,48 kilometer terdiri dari beberapa lintas yakni Lintas Timur, Lintas Barat, Lintas Tengah, dan juga jalan penghubung lintas" ujar Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung M Ali Duhari di Bandarlampung, Jumat.

Kemudian, lanjutnya, ada juga jalan tol, sehingga jalan tol ini masuk ruas jalan nasional .

"Walaupun kami tidak menangani secara langsung, tapi tetap melihat standar pelayanan minimal yang sudah dilaksanakan oleh pengelola jalan tol," ujarnya.

Baca juga: Menteri PU pastikan kesiapan jalan nasional di Jatim terkait mudik

Ia mengatakan berdasarkan hasil inspeksi atau survei di semester II 2025 terhadap kemantapan jalan nasional, di Provinsi Lampung persentase kemantapan jalannya sebesar 92,32 persen. Sehingga persentase jalan tidak mantap di jalan nasional sebesar 7,68 persen, dari total panjang 1.296,48 kilometer dengan 65 ruas.

Pada 2026 ini tingkat kemantapan jalan diharapkan di akhir tahun bisa meningkat. Kemudian dari semua ruas jalan yang terdiri dari 65 ruas ini, Lintas Timur dengan panjang 285,18 kilometer memiliki kemantapan yang paling tinggi yaitu dengan persentase sebesar 97,55 persen. Lintas Timur ini sebagai alternatif jalur mudik Lebaran.

"Kalau Lintas Tengah memiliki panjang 318,47 kilometer dengan persentase kemantapan yang paling rendah yakni 85,59 persen," katanya.

Dia menjelaskan untuk Lintas Barat dengan panjang 333,57 kilometer memiliki persentase kemantapan jalan 92,22 persen. Dan lintas penghubung dengan panjang 282,29 kilometer memiliki persentase kemantapan jalan sebesar 92,75 persen. Jalan non lintas dengan panjang 78,57 kilometer, persentase kemantapan 99,75 persen.

Baca juga: 5.721 lubang di jalan nasional Lampung sudah ditutup jelang Lebaran

"Jalan Lintas Tengah memiliki kemantapan rendah, karena Lintas Tengah menjadi ruas jalan yang paling banyak dilalui kendaraan besar, seperti kendaraan batu bara. Lintas penghubung itu kemantapannya 92,75 persen dan non intas ini 78 kilometer dengan kemantapan 95 persen," ucap dia.

Menurut dia, ruas jalan nasional yang dalam kondisi baik ada sepanjang 284,31 kilometer, dalam kondisi sedang sepanjang 914,45 kilometer.

Sedangkan jalan nasional yang dalam kondisi rusak ringan sepanjang 96,37 kilometer, dan rusak berat sepanjang 3,35 kilometer.

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.