Beijing (ANTARA) - Daerah Otonom Guangxi Zhuang, China, ingin memasukkan Indonesia ke dalam rantai pasok industri otomotif berteknologi tinggi di ASEAN melalui perusahaan SAIC-GM-Wuling (SGMW).

"Guangxi dan industri kendaraan energi baru (NEV) akan terus memperluas kerja sama dengan Indonesia dan negara-negara ASEAN, khususnya dalam penerapan kecerdasan buatan, inovasi produk, dan pengembangan rantai pasok," kata Wakil General Manager SGMW Yao Zuoping di Beijing, Jumat (6/3).

Pernyataan tersebut disampaikan Yao dalam acara "Guangxi Open Day" yang menjadi bagian dari sidang parlemen tahunan China atau "Dua Sesi" pada 4–12 Maret 2026.

Guangxi merupakan wilayah setingkat provinsi di China selatan yang berbatasan dengan Asia Tenggara dan menjadi basis SAIC-GM-Wuling, induk produsen kendaraan listrik Wuling yang masuk ke Indonesia sejak 2015.

"Indonesia merupakan salah satu pasar otomotif utama di ASEAN dengan populasi besar dan ekonomi yang terus tumbuh. Pada 2017 kami mengoperasikan pabrik manufaktur Wuling di Indonesia dengan investasi sekitar satu miliar dolar AS," kata Yao.

Ia menyebut model Air EV menjadi kendaraan energi baru pertama yang diproduksi secara lokal di Indonesia dengan pangsa pasar Wuling sekitar 29,8 persen.

Ke depan, Wuling menyiapkan sejumlah langkah pengembangan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, termasuk peluncuran dua model kendaraan baru dengan pilihan mesin pembakaran internal, listrik murni, dan hibrida.

Perusahaan juga berencana memfasilitasi produksi lokal model dari merek SAIC Motor lainnya seperti MG dan Maxus untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia.

Suasana "Guangxi Open Day" di Beijing, 6 Maret 2026. (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Selain itu, Wuling akan menerapkan strategi integrasi regional Indonesia–Malaysia–Thailand dengan Indonesia sebagai pusat produksi dan pengembangan pasar ASEAN.

Indonesia juga akan dikembangkan sebagai basis produksi global Wuling untuk kendaraan setir kanan.

Perusahaan berencana memperluas ekosistem kendaraan energi baru melalui kemitraan di bidang sistem kendali elektronik dan infrastruktur pengisian daya.

Wuling juga akan memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan dan sistem manufaktur digital di fasilitas Indonesia guna meningkatkan efisiensi produksi dan rantai pasok.

Untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia, Wuling akan bekerja sama dengan universitas di Guangxi mendirikan Institut Otomotif Wuling China–Indonesia serta program pelatihan bagi generasi muda Indonesia.

"Pada saat yang sama, kami berharap pemerintah Indonesia mempertahankan kebijakan dukungan jangka panjang bagi kendaraan energi baru," kata Yao.

SAIC-GM-Wuling yang berkantor pusat di Liuzhou, Guangxi, telah mencatat total produksi dan penjualan lebih dari 31 juta unit kendaraan.

Di Indonesia, Wuling memasarkan tiga model EV utama yakni Air ev, Binguo EV, dan Cloud EV. Penjualan kumulatif merek tersebut di Indonesia telah melampaui 100.000 unit dengan pangsa pasar EV sekitar 41 persen pada 2023.

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.