Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 1.600 warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menerima bantuan dana jaminan hidup dari pemerintah melalui Kementerian Sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa bantuan jaminan hidup tersebut disalurkan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dan pemerintah daerah untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.
“Menyalurkan bantuan jaminan hidup di Tapanuli Utara, masing-masing jiwa mendapatkan Rp450 ribu per bulan di kali tiga bulan,” kata dia.
Dia menjelaskan total nilai bantuan yang disalurkan di wilayah tersebut mencapai sekitar Rp2,1 miliar yang diberikan kepada 1.600 jiwa atau 434 keluarga penerima manfaat (KPM).
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis kepada sebagian penerima manfaat di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara di Tarutung, sementara penerima lainnya dapat mencairkan bantuan melalui kantor pos di 11 wilayah masing-masing.
Menurut Saifullah, penetapan penerima bantuan dilakukan berdasarkan data yang telah melalui proses verifikasi berlapis oleh pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Data itu diproses dari bawah, pertama BNPB memberikan data, kemudian ditetapkan oleh bupati atau wali kota, ditandatangani oleh kapolres dan kajari, lalu diverifikasi oleh Mendagri sebelum menjadi data final,” ujarnya.
Selain bantuan jaminan hidup, Kementerian Sosial juga terus mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat melalui penyaluran bantuan sosial adaptif lainnya seperti Bantuan Isian Hunian (BIH) dan Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) yang mulai disalurkan sejak awal Maret.
Baca juga: Mendagri: Tambahan TKD ke daerah bencana percepat pemulihan
Baca juga: BPJN targetkan perbaikan Jalan Lembah Anai tuntas pada Juli 2026
Baca juga: Pemerintah salurkan tiga jenis dana bagi korban bencana Sumatera
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.