Majalengka (ANTARA) - Di antara rak-rak bambu yang dipenuhi genteng, tampak tiga pekerja perempuan duduk merapat di sebuah meja. Jemari mereka lincah merapikan tepi tanah liat basah, mengikis sisa cetakan dengan gerak yang terlatih.

Beberapa genteng yang baru dibentuk diletakkan berderet di atas meja logam. Satu per satu dirapikan, dipulas tipis agar permukaannya halus, sebelum dipindahkan ke rak pengeringan di bagian belakang ruangan.

Setelahnya, cetakan tanah liat tersebut disiapkan menuju proses pengeringan hingga pembakaran.

Suasana di ruang produksi itu terlihat sibuk. Percakapan pendek para pekerja kerap terdengar. Sesekali, seseorang melintas membawa genteng basah, menuju rak bambu di bagian belakang ruangan.

Ritme kerja itu menjadi pemandangan sehari-hari di sentra genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Geliat industri genteng

Di tengah hiruk-pikuk itu, Syamsul Maarif berdiri memperhatikan proses tersebut. Ia pemilik salah satu pabrik genteng rakyat yang masih beroperasi di kawasan Jatiwangi.

Di tempatnya, genteng selalu diproduksi. Bentuknya terlihat kokoh dengan warna merah alami, tipe yang lazim dipakai pada rumah-rumah di berbagai daerah di Pulau Jawa.

Menurut Syamsul, aktivitas produksi genteng di kawasan Jatiwangi masih terus berjalan, hingga sekarang. Meski jumlah pabrik tidak lagi sebanyak dulu, sejumlah perajin tetap bertahan menjalankan usaha mereka.

“Kalau kondisi pabrik genteng di Jatiwangi sekarang masih cukup ramai. Masih banyak yang bikin,” kata dia kepada ANTARA pada akhir Februari 2026.

Di pabriknya, kegiatan produksi hampir berlangsung saban hari. Para pekerja datang sejak pagi, menyiapkan bahan baku, sebelum masuk ke tahap pencetakan.

Dalam satu hari, pabrik tersebut dapat menghasilkan sekitar 1.800 hingga 2.000 keping genteng matang.

Jumlah tersebut, kata dia, dihitung dari genteng yang sudah melalui seluruh tahapan produksi hingga siap dijual.

Aktivitas produksi di salah satu pabrik di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.

“Setiap hari ada aktivitas produksi, dari Senin sampai Sabtu,” ujarnya.

Proses pembuatan genteng dimulai dari tanah liat yang diambil dari wilayah sekitar Jatiwangi. Tanah tersebut dicampur dengan bahan tambahan, sebelum digiling, hingga menjadi adonan, kemudian dimasukkan ke mesin atau cetakan untuk membentuk genteng.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.