Jakarta (ANTARA) - Pembalap Ferrari Charles Leclerc menilai Mercedes sedikit lebih di depan timnya pada Grand Prix Australia di Sirkuit Grand Prix Melbourne, Melbourne.

Leclerc yang menjalani latihan bebas 1 (FP1) GP Australia dengan menempati posisi terdepan, kemudian tampil kesulitan menghadapi duo Mercedes Kimi Antonelli dan George Russell pada FP2 yang berlangsung Jumat.

"Saya tidak akan mengatakan percaya diri (terhadap balapan utama), karena saya tidak tahu. Saya tidak tahu banyak margin yang dimiliki Mercedes, jadi sedikit dini untuk mengatakan. Tapi saya akan mengatakan mereka sedikit lebih di depan daripada apa yang saya akan inginkan untuk saat ini," ujar Leclerc dikutip dari Formula 1, Jumat.

Pembalap asal Monako tersebut percaya diri timnya dapat melakukan kinerja pengembangan yang cukup signifikan jelang seri perdana nanti yang dijadwalkan akan berlangsung pada Minggu (8/3).

Menurut Leclerc, kunci balapan pada musim ini yaitu kesiapan setiap tim untuk terus melakukan pengembangan dan kecepatan beradaptasi terhadap mobil yang saat ini telah memperoleh aturan baru mulai musim 2026.

"Sekali lagi, saya pikir tahun ini akan menjadi tentang pengembangan sepanjang tahun, jadi dimanapun kami mulai pada hari Minggu dan dimanapun kami selesai hari Minggu, itu hanya titik awal, kami harus membangun pada itu untuk mencoba dan mengejar ketinggalan. Jika kami menang pada hari Minggu, maka menakjubkan!" ujar Leclerc.

Menilai dari performanya di dua sesi latihan bebas, Leclerc mengaku sangat terkesan dengan apa yang ditunjukkan pada FP1 namun di FP2 ada sedikit catatan perbaikan yang harus dilakukan olehnya.

Leclerc dijadwalkan akan menjalani sesi kualifikasi GP Australia pada Sabtu (7/3).

Baca juga: Piastri kalahkan Antonelli di FP2 GP Australia

Baca juga: Tim F1 alami kendala penerbangan terdampak konflik AS-Iran

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.