Berdasarkan dengan berbagai pengalaman yang lalu tentu pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang cepat
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penguatan pasar dalam negeri atau domestik penting sebagai bentuk antisipasi dampak dari situasi dan konflik geopolitik global yang terjadi saat ini.
“Itu merupakan arahan dari Bapak Presiden, Pak Prabowo (Subianto), supaya memang domestic market kita diperkuat dan diperkebal,” kata Airlangga di Jakarta, Jumat.
Ia pun mencontohkan bagaimana serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran, baru-baru ini, memberikan ketidakpastian bagi stabilitas di berbagai sektor perekonomian seperti transportasi dan logistik.
“Transportasi terganggu terutama dari Timur Tengah dan beberapa penerbangan juga sudah sekarang tidak ada terbang, bahkan di Timur Tengah: Dubai, Qatar, Doha, (pesawat) tidak terbang. Padahal satu tahun mereka 90 juta orang transit. Jadi sangat berpengaruh, baik yang ke Eropa maupun ke Asia,” kata dia.
Baca juga: Pemerintah bidik transaksi Rp53 triliun pada BINA Lebaran 2026
Baca juga: Airlangga: Nasabah bulion capai 5,7 juta, naik pesat dalam setahun
“Juga terkait dengan kapal. Kapal juga sebagian juga tidak berjalan. Jadi ini periode yang kita juga harus berhati-hati bagaimana kita menavigasi sampai dengan akhir tahun,” ujarnya lagi.
Oleh karena itu, Airlangga menilai penting bagi pemerintah untuk mencari berbagai alternatif terkait sektor-sektor perekonomian yang terganggu.
“Tetapi kita juga mencari alternatif-alternatif lain, karena bukan pertama kali kita mengalami hal ini. Berdasarkan dengan berbagai pengalaman yang lalu tentu pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang cepat,” kata Airlangga.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa pemerintah menjalin koordinasi erat lintas kementerian/lembaga (K/L) terkait upaya mitigasi tersebut, seperti dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang memegang peranan penting dalam aktivitas jual-beli di dalam dan luar negeri.
“Dan ditambah satu lagi, tadi saya bicara dengan Pak Menteri Perdagangan (Budi Santoso), bahwa produksi dalam negeri juga harus dilindungi, karena semua negara mencari market yang besar. Indonesia dengan 287 juta penduduk ini merupakan market yang terbesar di ASEAN,” ujar Airlangga.
Baca juga: Airlangga: RI butuh tambahan 150 ribu insinyur untuk industri digital
Baca juga: RI beri insentif pajak hingga 300 persen untuk riset semikonduktor
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.