kami sudah menyerahkan sebanyak 37 trainset atau rangkaian kereta. Satu trainset terdiri dari 11 kereta

Madiun (ANTARA) - PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) sedang mengebut pengerjaan proyek pengadaan 612 kereta penumpang yang merupakan pesanan PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI (Persero) dan ditargetkan selesai pada tahun 2026.

Direktur Pengembangan PT INKA (Persero) Roppiq Lutzhfi Azhar di Madiun, Jawa Timur, Jumat, mengatakan proyek pengadaan ratusan unit kereta penumpang tersebut telah dimulai sejak tahun 2023 dengan nilai kontrak sekitar Rp5,8 triliun.

"Sampai dengan saat ini, kami sudah menyerahkan sebanyak 37 trainset atau rangkaian kereta. Satu trainset terdiri dari 11 kereta dan sebagian sudah mulai beroperasi sejak 2023," ujarnya kepada wartawan.

Menurut Roppiq, dari sisi desain kereta penumpang tersebut merupakan kereta generasi baru atau kereta new generation. Desainnya sudah final, tidak ada lagi perubahan atau perbaikan.

Baca juga: DPR minta pemerintah dukung produksi INKA penuhi kebutuhan kereta

Baca juga: KAI bidik 11 rangkaian kereta baru dari INKA beroperasi sebelum Juli

Ia menjelaskan produksi rangkaian kereta new generation oleh PT INKA (Persero) tersebut menjadi wujud dedikasi dan kerja keras para anak bangsa dalam memberikan produk kereta terbaik untuk transportasi massal yang aman, nyaman dan lancar.

Meski sedang mengebut dalam hal pengerjaan, namun demikian, perusahaan INKA masih menghadapi tantangan pada rantai pasokan bahan dan komponen produksi.

Hal itu karena kondisi geopolitik global saat ini dinilai turut mempengaruhi kelancaran pasokan komponen yang dibutuhkan dalam proses produksi.

"Dengan kondisi geopolitik seperti sekarang, misalnya adanya perang, beberapa rantai pasokan komponen menjadi terganggu," katanya.

Baca juga: PT INKA kirim 3 unit platform lokomotif ke Australia melalui Surabaya

Baca juga: KAI: 35 trainset INKA siap beroperasi perkuat layanan libur Nataru

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.